Disperindag Kota Ambon Buat HET Beras Di Pasar Tradisional

Ambon- ambontoday,com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon telah membuat Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras yang ada di Kota Ambon, agar masyarakat dapat menikmati harga beras yang sama dengan harga yang ada di Kota Lain. Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Piet Leuwol kepada Ambontoday,com di Balai Kota, Senin (13/11/2017).

Dia mengatakan, HET beras untuk beras premium dihargai dengan Rp. 13.600 per kilogram, sedangkan untuk beras dengan kategori medium Rp. 10.250 per kilogram.

Dia mengungkapkan, seluruh pasar tradisional yang ada di Kota Ambon telah dibuat HET.  “Sudah diterapkan itu di pasaran,” ujarnya.

Untuk itu,  penentuan beras kategori premium dan medium ditentukan dari pengukuran kadar air dan pengujian butir patah pada beras yang beredar di Kota Ambon, dan pengukuran tersebut telah dilakukan oleh BULOG.

“Jadi kalau kategori premium itu dia harus punya kadar air itu harus 16 persen dan butir patah maksimal 15 persen sedangkan kadar air minimal 15 vpersen dan butir patah itu maksimal 25 persen, bulog yang uji itu,” tuturnya.

Menurutnya, dengan penentuan harga eceran tertinggi untuk beras maka masyarakat akan lebih diuntungkan karena mendapatkan beras premium maupun medium dengan harga yang terjangkau.

Dia menambahkan, akan menindak tegas para pedagang beras yang tidak mengikuti dan menerapkan sesuai dengan apa telah ditentukan oleh pemerintah. Dan pihaknya juga telah melakukan rapat dengan para distributor beras sehingga dapat mengontrol dengan baik harga beras yang beredar di pasar tradisional yang ada di Kota Ambon.

Selain itu, untuk membedakan beras premium dan medium masyarakat dapat melihat dari merek yang dijual oleh para pedagang dan bisa juga dari harga jualnya. Karena dari harga jual beras dapat diketahui perbedaan beras kategori
premium dan medium.

“Jadi nanti itu dia punya merek itu seperti merek tawon. ini kategori beras premium,” tambahnya.

Dia berharap, pedagang tidak nakal dan dapat menerapkan harga beras sesuai HET yang telah ditentukan oleh pemerintah agar masyarakat yang ada di Kota Ambon tidak merasa terbebani oleh tingginya harga beras. (AT-009).

Jadilah Orang Pertama share:
author