Birokrasi dan Pemerintahan Kota Ambon

Distan Maluku Intens Kembangkan Sektor Peternakan

Ambontoday.com, Ambon.- Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku secara intens terus mengembangkan sektor Peternakan di Maluku. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda melalui Kepala Bidang Peternakan, Fahmi M. Yusuf, SP., M.Si kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis 26 Oktober 2023.

Menurutnya, saat ini sentra produksi Peternakan Maluku berada di Pulau Seram dan Pulau Buru, sementara daerah penyanggah ada pada Kabupaten KKT, Aru, Buru Selatan, Maluku Tenggara, dan Kota Tual serta Kabupaten MBD.

“Sentra ternak Sapi itu ada pada pulau Seram dan Buru, sementara daerah penyangga itu ada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru, Buru, Maluku Tenggara dan Kota Tual, serta Kabupaten MBD.

Untuk 5 tahun terakhir ini, bidang Peternakan Distan Maluku intens dalam penyebaran ternak, terutama Sapi dan Kambing melalui sejumlah program dan kegiatan.

Selain Sapi ada juga ternak Kambing dan Ayam yang dikembangkan secara intens di sejumlah daerah di Maluku,” jelas Fahmi.

Dirinya menjelaskan, penyebaran ternak Sapi dan Kambing di Maluku di lakukan melalui alokasi dana APBD ke sentra pengembangan.

Diantara jenis ternak yang selama ini dikembangkan ada 3 jenis yang merupakan endemik di Maluku.

“Saat ini, Distan Maluku juga fokus untuk mengembangkan 3 jenis ternak yang merupakan endemik Maluku yakni, Domba Kisar, Kambing Lakor dan Kerbau Moa.

Tiga jenis ternak ini tentu memiliki ciri khas khusus yang tentu tidak ada di daerah lain di Indonesia dan.oleh Menteri Pertanian telah ditetapkan sebagai komoditi Prasmanova yang merupakan kebanggaan Maluku,” ungkap Kabid Peternakan.

Fahmi mengatakan, ketiga komoditi Prasmanova saat ini sementara dikembangkan dua tahun terakhir, yang mana pada 2022, ternak Kambing Lakor, Domba Kisar dan Kerbau Moa sudah disebarkan.

Baca Juga  Juli 2018, Inflasi IHK Maluku Melambat

“Ada sejumlah peternak yang sudah kita sentuh di Kisar, Lakor dan Moa tahun 2022 untuk penyebaran 3 komoditi endemik Maluku ini, dan tahun 2023 juga ada 50 ekor Domba Kisar yang kita sebar di Kisar, Kambing Lakor 50 ekor di Lakor, dan Kerbau Moa 49 ekor untuk pulau Moa.

Untuk 3 jenis komoditi endemik Maluku ini memiliki karakteristik yang berbeda. Untuk Domba Kisar dan Kambing Lakor misalnya sudah pernah kita coba untuk dikembangkan di daerah Seram tapi gagal, sementara untuk Kerbau Moa kita sudah coba untuk dikembangkan di pulau Buru ternyata itu berhasil.

Jadi untuk Kambing Lakor dan Domba Kisar ini memang tidak bisa dikembangkan di daerah lain selain di habitat aslinya yakni Pulau Kisar dan Lakor,” ulas Fahmi.

Dirinya menambahkan, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini Distan Maluku menggalakan salah satu program yang diberi nama “Sikomandan” (Sapi Kerbau Komoditi Andalan Negeri).

Menurutnya, untuk mendapatkan Sikomandan, pihaknya melakukan kawin suntik atau inseminasi buatan sehingga nantinya akan menghasilkan ternak Sapi berkualitas seperti Sapi bantuan Presiden pada saat hari raya qurban.

“Melalui program Sikomandan, kita menyuntikan sperma bibit Sapi unggul ke sapi lokal sehingga nantinya lahir ternak-ternak yang unggul seperti Sapi Ongol dan Brahman, dan sekarang sudah ada di Ambon,” papar Fahmi.

Dijelaskan, dengan berbagai program yang dilakukan Distan Maluku selama kurun waktu 5 tahun terakhir ini telah terjadi penambahan populasi Ternak setiap tahun antara 3 ribu ekor, dan 3 ribu ekor pertahun dari hasil inseminasi buatan.

    error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!
    X