DPC Granat Gandeng DPC KNPI Kota Ambon Gelar Media Gathering P4GN

Ambon, Ambontoday.com- DPC Granat mengandeng DPD KNPI Kota Ambon menggelar Media Gathering P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), yang berlangsung di Hotel Amans Ambon, Kamis (14/12/2017).
Narasumber yang dihadirkan berasal dari Direktorat Reserse Polda Maluku, Ibda Irwan dan Ketua Pengadilan Negeri Ambon dan Kordinator Kejaksaan Tinggi Maluku, Adam Saimima.
Dalam pemaparan data, Direktorat Reserse Polda Maluku, Ibda Irwan menjelaskan, tahun 2016 terdapat 107 kasus yang berhasil didata dengan penuntasan kasus sebanayk 104, sementara tahun 2017 terdapat 107 kasus dan sebanyak 93 yang baru dituntaskan. “Dari semua kasus ini, terlihat dilapangan bahwa pengedar narkoba banyak memanfaatkan para tukang ojek dan siswa di bawah umur,” katanya.
Diakuinya, pengedaran narkoba yang dijalankan oleh tukang ojek dikarenakan faktor ekonomi. “Tukang ojek menerima pekerjaan ini karena biaya yang didapat melebihi hasil dalam sehari untuk mengojek,” terangnya.
Untuk itu, diharapakan adanya kerjasama antara instansi yang terkait untuk menuntaskan narkoba yang beredar melalui pintu masuk di utara pulau seram. Maka, dengan adanya upaya P4GN yang terdiri dari pencegahan, kerjasama, terapi dan rehabilitas, pendataan dan penyebaran informasi dan Berantas.  “Upaya P4GN ini sangat penting diketahui oleh masyarakat dalam membantu pihak terkait untuk memberantas narkoba,” pintanya.
Selain itu, salah satu upaya yang perlu disebarluaskan kepada masyarakat tentang narkoba yaitu dengan penyebaran stiker, informasi serta banyaknya sosialisasi. “Hal ini bukan menjadi tanggung jawab pihak kepolisian semata, namun merupakan tanggung jawab semua instansi yang melibatkan masyarakat dalam penyebaran informasi ke pelosok daerah,” tuturnya.
Semantara itu, Kejaksaan Tinggi Maluku, Adam Saimima menambahkan, tahaun 2016 perkara yang terdata sebanyak 24 kasus yang terdiri dari 23 orang dewasa yaitu 22 orang laki -laki dan 1 orang perempuan serta 1 orang mahasiswa.
“24 tersangka ini adalah pelaku pengedar dan pemakai narkotika di Kota Ambon,” akuinya. Sedangkan, pada tahun 2017terjadi peningakatan kasus dua kali lipat dari tahun 2016, dimana terdata sebanyak 46 kasus yang terdiri dari laki-laki 43 orang, perempuan 3 orang dan Mahasiswa 1 orang.
“Dari 43 kasus, yang sudah tereksekusi sebanyak 30, 6 kasus yang belum diserahkan ke kejaksaan dan 10 kasus masih dalam proses penyidikan dan penyelidikan,” tutupnya dengan singkat. (AT-009)
Jadilah Orang Pertama share:
author