DPD GRANAT Maluku Minta Penegak Hukum Tak Main Soal Tuntutan Pengedar Narkoba Bos Murni Utama

Ambontoday.com. Ambon.- DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Maluku menantang pihak institusi penegak hukum dalam hal ini Kejakasaan Negeri Ambon serta Pengadilan Tinggi Maluku agar dapat memberikan tuntutan serta dakwaan seberat-beratnya kepada salah satu Bandar Narkoba WM Bos UD.Firma Murni Utama yang tertangkap oleh Satnarkoba Polres Pulau Ambon dan PP Lease.

Penegasan ini disampaikan Katua DPD GRANAT Maluku Yani Salampessy, menyusul adanya dugaan kong-kalikong antara pihak terdakwa dan aparat penegak hukum untuk meloloskan dirinya dari tuntutan hukum berat sesuai aturan perundang-undangan dalam KUHP khususnya terkait pasal psikotropika.

Dikatakan, DPD GRANAT Maluku sebagai organisasi masyarkat (ormas) yang konsen terhadap penanganan bahaya narkoba, merasa penting untuk mendorong proses hukum yang jelas dan transparan terhadap oknum bandar narkoba mengingat makin maraknya peredaran narkotika yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam kehidupan generasi bangsa.

“Kami harap Polisi , Jaksa maupun Hakim harus tetap konsisten sebagai aparatur penegak hukum dalam menangani kasus ini sebagai bentuk komitmen terhadap pemberantasan barang haram yg merusak generasi bangsa. Perang terhadap narkoba yang sudah disampaikan oleh bapak Presiden Jokowi agar dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh di Maluku.

Apalagi saat ini Maluku masuk dalam peringkat sepuluh besar penyebaran Narkoba serta jenis psikotropikan berbahaya lainnya, tentunya sangat menyedihkan apabila penanganan kasus ini tidak maksimal,” kata Salampessy.

Salampessy juga mengingatkan agar dalam penerapan pasal tuntutan, baik Polisi, Jaksa maupuan Hakim harus sejalan, jangan sampai di Kepolisian tuntutannya pengedar, sampai di Kejaksaan dan hakim tuntutannya berubah sebagai pemakai dikarenakan ada upaya-upaya nego uang, jelasnya. (AT08)

https://click.advertnative.com/loading/?handle=3951
author