Ambontoday.com, Ambon.-  Sebagai Ahliwaris sah Jozias Alfons dan Jacobus Abner Alfons, pemilik sah 20 potong dusun dati di negeri Urimessing, Evans Reynold Alfons dan Rycko Weyner Alfons beserta keluarga tak lagi main-main dan banyak bicara soal warga yang termakan hasutan Obeth Nego Alfons dan Imelda Saiya terkait pembayaran sewa tanah.

Selain itu, tindakan ini juga sebagai upaya dukungan terhadap program Pemkot Ambon untuk merelokasi warga yang tinggal di wilayah zona merah rawan bencana.

Menindak lanjuti sikap sebagian warga yang bermukim di wilayah Batu Gajah, Batu Bulan, Talagaradja dan Kampung Boy yang sudah termakan hasutan Obeth Nego Alfons dan Imelda Saiya sehingga tidak melakukan kewajiban membayar sewa tanah kepada Keluarga Alfons maka, tindakan konkrit yang akan diambil kedepan adalah tindakan tegas.

“Kita sudah tidak bisa banyak bicara lagi, sudah saatnya kita mengambil tindakan tegas yang nyata dilapangan terhadap warga yang sudah termakan hasutan Obeth Nego dan Imelda sehingga tidak melakukan kewajiban kepada kami.

Tindakan nyata itu adalah pengsosongan tempat bagi mereka yang sudah tidak mau lagi melakukan kewajiban membayar sebagaimana mestinya sesuai point dalam surat perjanjian sewa tanah.

Lewat kuasa hukum kita sudah membahas hal ini dan sudah saatnya kita action di lapangan agar warga menjadi sadar dan tahu pasti kedudukan kita dan siapa itu Obeth Nego. Rencana action sudah kita susun sehingga dalam waktu dekat semua itu akan dilakukan,” jelas Evans.

Dirinya mengatakan, 2 langkah penting yang akan diambil, pertama adalah upaya pengososongan tempat bagi warga masyarakat yang sudah tidak patuh lagi menjalankan kewajiban, kedua adalah mempidanakan Obeth Nego Alfons dan Imelda Saiya.

Untuk pengosongan tempat itu sesuai rencana adalah yang masuk zona merah Pemerintah Kota Ambon untuk di relokasi seperti Batu Gajah Atas, Batu Gajah Tengah dan Kampung Boy.

“Sebagai ahli waris sah pemilik 20 potong dusun dati, kita berhak untuk melakukan pengosongan tempat dan sudah tidak ada tawar menawar lagi. Kita juga akan menyurati Pemerintah Kota Ambon terkait hal ini, upaya kita ini juga akan turut mendukung program Pemkot Ambon merelokasi warga masyarakat yang tinggal di zona merah rawan bencana.

Mungkin nanti ada warga yang mengatakan ini hanya gertakan saja. Silahkan saja beranggapan tetapi ini sudah menjadi keputusan final, kami keluarga Alfons juga tidak peduli warga mau bayar biaya sewa tanah atau tidak karena kami juga tidak kaya dari uang itu. Yang jelas bahwa tanah itu adalah sah milik kami keluarga Alfons jadi kami tetap akan melakukan pengosongan.” Tandasnya.

Senada dengan Evans, Rycko Weyner Alfons (kakak kandung Evans) sangat menyesalkan sikap warga yang termakan hasutan Obeth Nego Alfons dan Imelda Saiya untuk tidak melakukan kewajiban membayar sewa tanah.

“Kewajiban sewa tanah ini sudah dilakukan sejak puluhan tahun dari jaman orang tua-tua kita. Sekarang alasan mereka tidak lagi membayar sewa tanah ini sudah merupakan perbuatan melawan hukum karena mereka sudah termakan hasutan dari oknum-oknum yang secara kepastian hukum statusnya sudah kalah dari keluarga kami.

Untuk itu kita tetap berpatokan pada putusan pengadilan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap itu jelas-jelas menyatakan bahwa Obeth Nego Alfons adalah pihak yang kalah.

Bahkan dalam amar putusan pengadilan itu menyatakan bahwa Obeth Nego Alfons adalah ahli waris yang tidak berhak atas tanah dati, ini yang harus menjadi pegangan oleh masyarakat bahwa jangan mudah diprovikasi oleh oknum oknum yang mengatasnamakan dirinya ahli waris,” jelas Rycko.

Dirinya menambahkan, sikap warga yang sudah termakan hasutan Obeth Nego dan Imelda Saiya ini tentu akan menghadirkan konsekuensi hukum termasuk pengsosongan tempat, dan itu sudah final kita putuskan untuk segera dilakukan.

Print Friendly, PDF & Email