Evans Alfons Tak Pernah Jual Tanah Milik Orang, 43 Tahun Obeth Nego Tak Lakukan Kewajiban Sebagai Anak Dati

Ambontoday.com, Ambon.- Kuasa Hukum ahli waris Evans Reinold Alfons, pemilik 20 potong Dati Negeri Urimesing, Joemicho R.E. Syaranamual, SH, MH menyampaikan rasa kekecewaan atas pemberitaan sejumlah media massa di kota Ambon yang menurut dia dan klienya tidak benar, terkait pemberitaan yang menyebutkan Alfons menjual tanah milik orang.

Kepada wartawan di kediaman Evans Reinold Alfons, kawasan Batu Gajah, Senin (8/4). Syaranamual, menyampaikan, terkait kedudukan dan kebenaran substansi persoalan dalam isi pemberitaan sejumlah media yang dianggap tidak benar.

Menurutnya, yang pertama dilihat dari aspek lahan yang dijual. Lahan yang dijual adalah benar milik Evans Reinold Alfons bersama keluarga sebagai ahli waris Josias Alafons pemilik 20 Dusun Dati di Negeri Urimessing berdasarkan putusan putusan Mahkamah Agung dan beberapa putusan lain yang memenangkan Evans Reinold Alfons sebagai pemilik sah 20 Dusun Dati.

“Proses penjualan maupun pengalihan hak ini dilakukan berdasarkan hak yang benar, karena dasar kepemilikan dari Evans Alfons ini sudah diketahui oleh banyak orang, dimana sudah bertahun tahun bersama almarhum ayahnya, Josias Abner Alfons memperjuangkan tanah tanah ini.

Karena itu, sangat keliru kalau ada bahasa dalam isi berita sejumlah media tentang, lahan dijual atau jual lahan Evans Alfons dipolisikan,” jelas Syaranamual.

Yang kedua, lanjutnya,  aspek laporan ini harus dipahami adalah laporan dugaan pidana dalam bentuk pengaduan, bukan laporan Polisi sehingga Polisi mesti melakukan penelusuran apakah benar telah terjadi tindak pidana yang dilakukan oleh Evans Alfons sebagaimana isi laporan dari kuasa hukum Obeth Nego Alfons.

“Yang menjadi catatan penting adalah, kami dari kuasa hukum Evans Alfons ingin menyampaikan bahwa perkara ini masih butuh pembuktian hak dalam kasus keperdataan.

Untuk diketahui bahwa hari ini Senin 8 April 2019, ada proses sidang di Pengadilan Negeri Ambon dengan agenda pembacaan gugatan  perkara nomor 28/PDT.G/2019/PN.AMB, antara Obeth Nego Alfons sebagai penggugat melawan Evans Reinold Alfons sebagai tergugat,  sehingga sangat disayangkan jika Obeth Nego Alfons bersama tim Kuasa Hukumnya melaporkan tindak pidana yang dasar kepemilikaanya belum jelas dan masih dipermasalahkan dalam kasus perdata.

Kita tahu bahwa ada aturan main dalam membuat laporan, ada aturan main dalam aspek pidana. Tetapi sesungguhnya harus diketahui bahwa terkait kepemilikan 20 Dusun Dati ini, Obeth Nego belum bisa dikatakan memiliki hak bersama Evans Alfons atas lahan yang disengketakan karena dirinya saat ini sedang menempuh upaya hukum,” paparnya.

Untuk itu, sebagai Kuasa Hukum Ahli Waris 20 Dusun Dati, Evans Reinold Alfons, Syaranamual, merasa akibat pemberitaan sejumlah media yang mengatakan Evans menjual tanah milik orang sangat merugikan kliennya.

Apalagi dalam isi berita dikaitkan dengan kliennya (Evans Reinold Alfons) yang kini sedang berproses sebagai salah satu Caleg, maka dengan adanya pemberitaan media yang “miring” sudah menyerang kliennya dari aspek Calegnya, padahal pemberitaan sejumlah media atau laporan yang dibuat kuasa hukum Obeth Nego Alfons sangat tidak benar.

“Kami melihat bahwa pemberitaan melalui sejumlah media yang “miring” dan laporan yang sengaja dibuat Obeth Nego Alfons adalah upaya pembunuhan karakter terhadap klien kami dalam statusnya sebagai salah satu calon legistlatif DPRD kota Ambon.

Bahkan dalam pemberitaan diungkapkan dan sengaja mengarahkan masyarakat untuk tidak memilih Evans Reinold Alfons dalam Pileg 17 April nanti sangat merugikan. Jadi jelas jelas ini upaya penyerangan terhadap pribadi Caleg bukan pribadi dari pokok permasalahan ini,” ungkap Syaranamual.

Terkait tindakan kuasa hukum Obeth Nego Alafons yang memberikan keterangan yang tidak benar kepada sejumlah media. Sebagai kuasa hukum Evans Alfons, Syaranamual menyampaikan, dari sisi kode etik dalam organisasi Advokat dirinya tidak bisa mengatakan kalau kuasa hukum Obeth Nego Alfons telah melanggar etika hukum beracara.

Yang memiliki kewenangan untuk menilai itu adalah Dewan Kehormatan Advokat. Untuk kami dari tim kuasa hukum Evans Reinold Alfons akan menyiapkan laporan pelanggaran kode etik oleh kuasa hukum Obeth Nego Alfons terkait pemberitaan sejumlah media hari ini, dan laporan itu akan kami sampaikan ke Dewan Kode Etik pada besok hari, tandas Joemicho.

Sementara itu, ahli waris 20 Dusun Dati Negeri Urimessing, Evans Reinold Alfons dalam kesempatan yang sama mengatakan, status kepemilikan 20 Dusun Dati adalah milik Josiaz Alfons yang diwariskan secara garis lurus keturunan kepada dirinya, bersama kakak dan adik adik sebagai ahli waris, yang mana selama ini diperjuangkan oleh orang tua kami, almarhum Jacobus Abner Alfons yang telah dilakukan sejak tahun 1978 hingga beliau meninggal di tahun 2016.

“Bagi saya orang yang mengklaim selaku pemilik adalah orang tidak pernah melakukan tanggungjawabnya selaku anak dati. Bahkan disaat berperkara dari tahun 1978 sebenarnya Obeth Nego Alfons ini ada dimana. Tidak pernah ada di tempat,dan tidak pernah ada selaku pihak yang berperkara di Pengadilan Negeri Ambon sampai ke Mahkamah Agung.

Saya melakukan penjualan itu bahkan disaat almarhum ayah saya masih hidup, saya diberikan kuasa lewat kuasa notaris tanggal 8 Agustus 2016, saya diberikan kuasa untuk melakukan itu dan kuasa itu belum berakhir,” papar Evans.

Dikatakan, karena yang memberikan kuasa itu kepada dirinya bukan hanya almarhum Ayah (Jacobus Abner Alfons) melainkan Ibunya, Vera Juliana Suitela juga bersama almarhum ayah memberikan kuasa penuh dan diakui oleh kakaknya Rico Weyner Alfons dan kedua adik perempuan mengakui hal itu dan tidak memiliki keberatan apapun terkait proses penjualan yang dilakukan.

Terkait isi pemberitaan salah satu media tentang adanya surat kuasa yang diberikan kepada Obeth Nego Alfons terkait kepemilikan 20 Dusun Dati ini. Menurut Evans, surat kuasa tanggal 23 Juni 1983 sebagaimana yang disinggung, itu saat ini pihak kami sedang menunggu.

Karena tiap penggugat punya kewajiban untuk membuktikan dalil dari gugatannya, kemudian dia harus membuktikan mana itu surat kuasa yang mungkin pernah digunakan oleh orang tua saya.

“Saya merasa ada yang aneh dengan keberadaan surat ini, karena ayah saya berperkara sejak tahun 1978 sampai 1982 itu ada putusan pengadilan tinggi, perkara 386 tahun 1978 putusannya inkrah tahun 1979, karena gugatan pengadilan negeri tidak dilanjutkan ke pengadilan tinggi, kita dalam posisi sebagai pemenang, saat itu pemerintah negeri urimessing menggugat ayah saya beserta opa dan adik dari opa saya.

Tahun 1980 ayah saya digugat pribadi karena kedua opa sudah meninggal. Tahun 1982 ada putusan pengadilan tinggi nomor 100 kita menang, kok di tahun 1983 ada kuasa dari orang yang menurut saya tidak berkuasa.

Karena saat itu mereka dalam hal ini obeth Nego Alfons tidak terlibat dalam perkara kok mereka memberikan kuasa kepada orang yang digugat.

Jadi saya mengindikasikan bahwa surat kuasa yang disinggung tersebut dalam pemberitaan itu adalah surat kuasa palsu yang nanti akan kita pidanakan,” tegasnya.

Dijelaskan, Obeth Nego Alfons, dalam semua putusan milik keluarga Alfons sejak tahun 1978 sampai saat ini yang dimenangkan, tidak pernah satupun disebutkan nama Obeth Nego Alfons.

“Kenapa kita tidak punya kewajiban untuk menarik pihak atau melibatkan Obeth Nego Alfons dalam perkara, oranya saja di Bogor, KTP juga KTP Bogor. Selama 43 tahun tidak pernah melakukan kewajiban sebagai Anak Dati, dan ini terkait dengan aturan hukum adat Ambon Lease, dimana semua tertuang disana, juga yurispundensi MA yang terkait putusan putusan yang berkekuatan hukum tetap terkait permaslahan tanah dati.

Sehingga kita merasa tidak perlu melibatkan orang yang menurut  kita tidak memiliki hak atas dati. Ini bukan tanah pusaka, ini tanah dati,” tandas Evans.

Sementara itu kuasa hukum Evans Alfons, Syaranamual, menambahkan, terkait surat kuasa yang dimaksud Obeth Nego Alfons, jika benar itu kuasa, seharusnya penerima kuasa yang mendapatkan, memperoleh dan memegang kuasa aslinya, kuasa itu harus dipegang oleh penerima.

Sementara dari perkara awal hingga sekarang, tidak pernah ada surat kuasa itu ditunjukan atau dipakai oleh keluarga Evans Alfons atau almarhum ayahnya dalam perkara perkara ini.

Untuk itu patut diduga surat kuasa ini adalah surat kuasa palsu, kata Syaranmual. (AT008)

Jadilah Orang Pertama share:
author