Ambon,Ambontoday.com-Kepala BPD Provinsi Maluku Henry M. Far-Far, mengatakan  berdasarkan laporan BPBD ke Gubernur Maluku, maka di lakukan rapat koordinasi lintas sektor penanggulangan bencana di provinsi Maluku Kemarin.

“Dari hasil rapat tersebut Terdapat kesepakatan penetapan kota Ambon dan Maluku tengah darurat bencana banjir dan longsor.Di karenakan Cuaca ekstrem yang melanda pulau Ambon dan Maluku Tengah, sejak 4 Juli 2021 sampai 11 Juli 2021 berdampak pada Banjir dan Longsor di beberapa wilayah provinsi Maluku,” akui  Kepala BPBD Provinsi Maluku, Henry M. Far-Far, Kepada Media (Selasa,13/7/2021).

Far-Far melanjutkan, mereka sudah menyiapkan pernyataan dari Gubernur Maluku yang akan di sampaikan kepada BNPB yang mana hasil kajian cepat yang di lakukan oleh seluruh stakeholder yang ada di provinsi Maluku dan kota Ambon, Maka saat ini, kota Ambon harus di tetapkan menjadi wilayah darurat bencana longsor dan banjir.

“Pernyataan itu sudah di siapkan dan segera akan kami tindak lanjuti untuk di sampaikan ke BNPB.” katanya lagi.

Kepala BNPB itupun menginformasikan, tingkat kerusakan dari hujan adalah terjadi banjir di berbagai tempat dan juga genangan air juga longsor.

“Banyak terjadi banjir dan genangan air juga longsor yg berdampak pada masyarakat kota Ambon dan Maluku tengah, tapi kami sudah melakukan aksi tanggap cepat darurat.” Tukasnya.

Ia pun mengatakan, BPBD bersinergi dengan dinas sosial provinsi dan kota. untuk kerusakan infrastruktur, yaitu jalan dan jembatan, BPBD bekerja sama dengan PUPR provinsi Maluku.

“Kami bekerja sama dengan dinas sosial dan dinas PUPR untuk menanggulangi dampak dari bencana yang terjadi, seperti perbaikan jembatan dan jalan, juga bantuan-bantuan sembako dan kebutuhan pribadi.

Ditambahkan far-far terkait dengan meluapnya Air sungai Waela Ela kami Sudah berkordinasi dengan instansi terkait di kabupaten Maluku tengah sehingga nantinya dari hasil tersebut kami bisa tau kondisi di sanah seperti apa,”tutupnya.(AT-010)

Print Friendly, PDF & Email