Ambontoday – Putra Samasuru Amalatu Poru Amarima – Porto – Febry Calvin Tetelepta mengatakan, pihaknya akan mendorong Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) untuk membangun Pelabuhan dan Pusat Kolstore di Kabupaten Buru Selatan (BurseL), Provinsi Maluku.

Deputy I Kantor Staf Presiden (KSP) Febry Calvin Tetelepta menyampaikan itu saat memberikan sambutan sekaligus melantik Pengurus Alumni GMKI Kabupaten Buru Selatan selaku Ketua Umum Nasional Alumni GMKI di Aula Kantor Bupati Buru Selatan, Selasa 3/11 2021.

“Jadi begini, sementara kita merancang lumbung ikan nasional, pusatnya itu ada dan tetap di Salahutu. Tetapi ada penampung – penampung di gugus – gugus pulau. Oleh karena itu salah satunya nanti akan ada di Buru Selatan,” jelas Tetelepta dihadapan Bupati Safitri Malik Soulisa dan Wakil Bupati Gerson Elieser Selsily serta Wakil Ketua DPRD Bursel La Hamidi serta sejumlah undangan dan Pengurus Alumni GMKI Buru Selatan.

Tugasnya adalah jelas Tetelepta, semua penampung hasil nelayan akan ditampung dan akan dibawa ke Salahutu atau Desa Waai.

Akan tetapi kata Tetelepta, ada juga hal-hal tertentu atau pada kondisi tertentu, bisa diekspor langsung dari Buru Selatan ke luar.

“Nanti kita dorong di daerah Barat itu ada potensi perikanan yang cukup besar sehingga kita harus dorong Kementerian Perikanan bangun pelabuhan dan pusat kolstore harus ada di situ,” ujar Tetelepta.

Oleh sebab itu sebut Tetelepta, 8 Mega yang dihasilkan oleh Bendungan Waeyapo mestinya bisa dialiri masuk ke Buru Selatan.

“Sebab di Buru Utara ada 10 mega ditambah dengan bendungan Waeyapo 8 mega berarti 18 Mega, cukup untuk menyinari, melistriki pulau Buru,” ujar Tetelepta.

Dikatakan bila hanya untuk membangun kolstore untuk penampungan dapat dirasa bisa.

Karena apa lanjut Tetelepta, ikan yang bagus di Buru Selatan ini harus menjadi potensi ekonomi yang sangat besar.

Setelah dilakukan pengecekan tentang ekspor yang selama ini di Manado jelas Tetelepta, dari 23 Ton per ekspor 12.5 Ton (ikan) itu dari Maluku. Dan Manado hanya 8 Ton.

“Bayangkan itu. Dan tidak mungkin dari Buru Selatan ini cukup banyak penangkap ikan. Di laut Banda yang berhadapan dengan Buru Selatan, menurut saya itu sangat besar sekali,” ucap Tetelepta.

Oleh karena itu kata Tetelepta, potensi itu harus di jaga di Buru Selatan.

“Saya suda berbicara dengan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, surat dari Gubernur Maluku suda masuk ke kantor kami, kita akan sama-sama berbicara dengan Angkasa Pura I untuk perpanjangan Bandara Pattimura,” jelas Tetelepta.

Jelas Tetelepta Bandara Pattimura Laha akan diperpanjang lagi 400 meter, maka untuk ekspor ikan tak perlu lagi ke Mando. (Biro Bursel)

.

Print Friendly, PDF & Email