Ambon, ambontoday,com – Untuk menyongsong Dies Natalis Fakultas Ekonomi (FEKON) Universitas Pattimura – Ambon ke-53 tanggal 15 Desember 2017 Tahun 2017,  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura Ambon mengandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggelar Sosialisasi Fintech, Investasi Cerdas dan  stocklab competition, yang berlangsung di Fakultas Ekonomi, Unpatti Ambon, Rabu (29/11/2017).

Sambutan Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Bambang Hermanto yang dibacakan Oleh  Kasubag Administrasi OJK Maluku, Budy Rahman mengatakan, hari ini secara langsung seluruh peserta kan mendengarkan tentang Financial Teknologi (Fintech) yang merupakan salah satu jenis industri keunagan yang baru muncul  sebagai hasil dari pengembangan teknologi informasi terkhusus di sektor keuangan.

Diakui, tujan utama Fintech adalah untuk membantu meningkatkan rasio kredit to GDP Indonesia yang masih rendah untuk  kategori retail dan UMKM, membantu dan meningkatkan inklusi keuangan dan membantu membudayakan masyarakat menggunakan jasa keuangan formal untuk berinterasi maupun mencari  sumber pendanaan.

” Berdasarkan Penelitian terhadap perilaku masyarakat diketahui bahwa 57 persen masyarakat yang mencari sumber pendanaan  mendapatkan pendanaan dari tiga sektor diantaranya ; 42 persen menmdapatkan dana dari teman dan kolega, 12 persen mendapatkan dana dari lembaga keuangan formal baik itu perbankan, pasar modal maupun  Industri Keunagan Non Bank dan 3 persen mendapatkan dana dari informal lender yang sebagain  besar merupakan tengkulak,” ungkapnya.

Selain itu, Fintech dapat membantu menciptakan wiraswasta  muda dengan mendukung  star up business atau usaha  pemula yang terlayani oleh bank. ” Perusahan Fintech yang terdaftar di OJK  berjumlah 26 perusahaan  dengan terget pasar yang berbeda-beda,” ujarnya.

Tak hanya itu, sekarang sudah ada salah satu perusahaan Fintech yang bergerak di sektor pertanian  yaitu Tanifund. ” Tanifund menyediakan banyak manfaat di sektor pertanian  dari pembiayaan, pelatihan dan pengawasan aktifitas pertanian sampai dengan pemasaran  dari hasil pertanian itu sendiri melalui induk perusahaannya yakni Tanihub,’ jelasnya

Dia berharap, Tanifund dapat membangun kerangka kerajsama dengan pemerintah daerah  di Provinsi Maluku khususnya  di sektor pertanian, perikanan, dan terutama industri pengolahan produk rempah sebagai komoditi unggulan di Negeri raja-raja ini.

Sementara itu, Salah satu Nara Sumber sekaligus Pendiri TanFund, Pamitra Wikena menambahkan, manfat dari acara  ini lebih pengenalan kepada teknologi yang terbaru. “Adanya teknologi baru dapat memberikan satu dampak positif bagi masyarakat khususnya mahasiswa yang hadir saat ini,” akuinya.

Dikatakan, teknolgi ini dapat memicu mahasiswa dengan ide  yang selama ini dipendam karena keterbatasan yang dimiliki.

Dia menjelaskan Fintech adalah suatu inklusi keuangan yang ada untuk membantu masyarakat untuk mendapatkan akses permodalan, Finance keuangan dengan cepat. (AT-009)

Print Friendly, PDF & Email