Fokus Pemulihan Ekonomi Nasional di Bulab Inklusif Keuangan 2020

AMBON, Ambontoday.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian/ lembaga maupun industri jasa keuangan, kembali menggelar bulan inklusi keuangan (BIK) atau Business Matching dan akselerasi akses keuangan Provinsi Maluku tahun 2020 ,Fokus pada pemulihan Ekonomi Nasional,Indonesia,” ucap anggota dewan komisioner OJK Tirta Segara dalam rilisnya yang diterima redaksi Pelagandong.com,Selasa (20/10).

” Kegiatan kali ini mengusung tema Satukan Aksi Keuangan Inklusif untuk Indonesia Maju (AKSESSKU) dengan fokus utama untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN), termasuk meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat, serta mengakselerasi penggunaan produk dan layanan keuangan.”

Kegiatan BIK ini dilaksanakan setiap bulan Oktober dan tahun ini digelar 2020 mulai 1 Oktober- 3 November secara virtual dan serentak di seluruh wilayah Indonesia, ucapnya.

Dengan BIK 2020, diharapkan dukungan dari seluruh stakeholders untuk meningkatkan keuangan inklusif akan semakin kuat, diiringi dengan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan keuangan yang semakin kokoh.

Sementara itu, Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku Roni Nazra menambahkan, melalui momentum BIK yang telah ditetapkan pada bulan Oktober ini, OJK berkolaborasi dengan pemda dan forum komunikasi lembaga jasa keuangan daerah (FKLJKD) Maluku secara masif melaksanakan berbagai program untuk meningkatkan inklusi keuangan yang nantinya diharapkan dapat menggerakan roda perekonomian di Maluku.

“Ini sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional,” ujar Nazra.

Untuk itu, berbagai program telah dilakukan untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat antara lain program business matching, coaching clinic UMKM, sosialisasi akses pembiayaan, perluasan akses usaha digital, pembukaan rekening tabungan pelajar dan edukasi baik melalui webinar atau dalam bentuk lomba diantaranya meme competition untuk pelajar dan virtual trading competition bagi mahasiswa.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dan komitmen yang ditandai dengan penandatanganan Perwali tentang program Kejar, penandatanganan nota kesepahaman antara PT Jasindo dan PT BPR Modern untuk mendorong akses keuangan sektor perikanan, pembukaan rekening SimPel oleh Bank Maluku Malut, penyerahan akses kredit dari Bank Himbara kepada pelaku UMKM, penyerahan bantuan Presiden kepada pengusaha mikro, serta penyerahan surat edaran Gubernur Maluku tentang Program menabung.

Ia berharap, sebagai upaya peningkatan inklusi keuangan kiranya dapat dilakukan dengan pembentukan tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) di seluruh kabupaten/kota. (AT-009)

author