GAB Tolak Bandara Saumlaki Baru Dinamakan Mathilda Batlayeri

Bandara Udara Saumlaki

Ambontoday.com, Ambon – Pengusulan dan penetapan nama pada bandara Udara Saumlaki Baru dinilai salah aturan atau melanggar aturan yang di turunkan oleh Mentri Dalam Negeri (Mendagri) dan Mentri Perhubungan dalam Hal ini Dirjen Perhubungan Darat.
Penegasan ini disampaiakn oleh Kace Sainyakit  dalam Hearning bersama Komosi A DPRD Provinsi Maluku dan masyarakat Amtufu yang tergabung dalam Gerakan Amtufu Bangkit pada ruang sidang utama lantai dua gedung DPRD Provinsi Maluku.
“Saya mau katakan bahw Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) tidak tahu adat dan norma-norma yang berlaku di Negeri ini, mengapa karena persoalan pemberian nama pada Bandara Udara Saumlaki Baru ini prosudirnya tidak sesuai dengan juklis yang diturunkan dari Pemerintah Pusat” Kata Sainyakit.
Dikatakan juga bahwa Permohonan dan pengusulan nama oleh Pemerintah MTB terkesan ada yang mengatas namakan Pemerintah MTB untuk mengatur semua ini demi kepentingan keluarga bersar dari Mathilda Batlayeri, mereka juga tidak pernah mengangkap bahwa Mathilda Batlayeri bukan dan tidak layak dijuluki sebagai Pahlawan Nasional.
Mereka dalam Hearning tersebut, mengeluarkan kekecewaan mereka terkait dengan penggalian tulang belulang milik Mathilda Batlayeri di Kalimantan dan di hentar pulang ke Saumlaki untuk disemayamkan di bawa patung Mathilda Batlayeri di Bandara Udara.ini sangat melecehkan tatanan adat masyarakat MTB dan juga norma Agama.
Dijelaskan juga bahwa, Biaya sisah yang belum dilunasi oleh Pemerintah MTB dari pihak ahliwaris tidak menerima nya dan lahan sisa yang sudah dipakai akan di ambil kembali untuk di peruntukan sesuai kebutuhan mereka, ia juga memintah dalam Hearning tersebut, harus ada pengukuran ulang Bandara Udara tersebut karena disinyalir lahan milik warga suda di seroboti oleh Pemerintah MTB.
Akhir dari Hearning tersebut, mereka sangat tidak setujuh dengan keputusan Mentri dengan pemberian nama Mathilda Batlayeri dipakai untuk Bandara tersebut karena prosudurnya tidak melalui musyawara untuk mufakat dari tingkat Desa baik dari Desa Amtufu dan Desa Lorulun, namun yang terjadi adalah musyawara untuk mufakat di lakukan oleh Desa Sifnana yang mana asal Desa dari Mathilda Batlayeri, sehingga Pengusulan nama tersebut di buat oknum-oknum keluarga Mathilda Batlayeri atas nama Pemerintah MTB. (AT.007)

Jadilah Orang Pertama share:
author