17 June 2024
Birokrasi dan Pemerintahan Kota Ambon

Gubernur Akui Keberadaan Warga Tionghoa Tingkatkan Roda Perekonomian

Ambontoday.com, Ambon.- Lebih dari 1000 orang masyarakat keturunan Tionghoa yang ada di Kota Ambon dan sekitarnya memadati Gedung Auditorium Unpati pada Minggu malam 22 Januari 2023 untuk merayakan Hari Raya Tahun Baru Imlek ke-2574.

Selain masyarakat, kegiatan perayaan Imlek itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat diantaranya, Isteri Gubernur Maluku yang adalah Ketua TP PKK Maluku Widya Pratiwi Murad, Kapolda Maluku Irjen Pol. Lotharia Latief, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb. Tiopan Hutapea, Rektor Unpatti Ambon M. J. Saptenno, Rektor IAKN Ambon Yance. Z. Rumahuru, Kakanwil Kemenag Maluku H. Yamin, Pj. Walikota Ambon Boedewin Wattimena.

Acara perayaan Tahun Baru Imlek yang dilakukan mengambil Tema “Bersama Kita Menjaga Kedamaian dan Bersatu Mempertahankan Rasa Persaudaraan”.

Sekda Provinsi Maluku, Sadali Le yang hadir pada kesempatan itu juga mewakili Gubernur Maluku yang berhalangan hadir memberikan apresiasi atas dukungan masyarakat Tionghoa selama ini dalam membantu pemerintah daerah Maluku dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku khususnya yang ada di kota Ambon.

Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Provinsi Maluku menyampaikan, peran masyarakat Tionghoa selama ini sangat besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya mengingat hampir sebagian besar masyarakat keturunan Tionghoa bergerak dalam sektor usaha dan ekonomi, yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Saya mengajak kita semua untuk turut menjaga sistem perekonomian daerah, apalagi di tengah tantangan dan ancaman resesi ekonomi global serta perhelatan tahun politik menjelang pemilu tahun 2024,” jelas Gubernur.

Menurutnya, perayaan tahun baru Imlek telah menjadi tradisi dan menjadi warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Perayaan Imlek bukan hanya menjadi milik masyarakat keturunan Tionghoa saja, tapi telah melebur, membaur menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia termasuk di provinsi Maluku.

Menurutnya, esensi dasar dari perayaan Tahun Baru Imlek sesungguhnya merupakan wujud kesadaran warga masyarakat keturunan Tionghoa untuk mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas rezeki, kesuksesan dan keberhasilan yang telah dicapai pada tahun sebelumnya, serta sebagai wahana untuk melakukan refleksi, evaluasi dan transformasi diri menuju manusia yang bijaksana, serta memiliki kepekaan sosial dalam meningkatkan kerukunan antar umat beragama.

“Kebersamaan yang terjalin di antara warga keturunan Tionghoa dengan berbagai elemen bangsa, telah menjadi bukti semakin kokohnya kesadaran bersama untuk saling menghormati dan menerima perbedaan yang ada, sebagai wujud membangun kehidupan masyarakat yang multikultural secara aman dan damai, saling menghargai satu dengan yang lain serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Perayaan Tahun Baru Imlek yang dilakukan semakin marak dengan hadirnya pertunjukan musik, tarian dan drama Imlek.

Selain itu, dalam perayaan tersebut juga dibagikan puluhan hadiah door prize bagi undangan yang beruntung.

Spread the love
error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!
X