Gubernur Lantik Bupati Aru dan SBT

No comment 468 views

Ambontoday.com, Ambon – Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff melantik dan mengambil sumpah Bupati-Wakil Bupati Seram Bagian Timur (SBT) dan Bupati-Wakil Bupati Kepulauan Aru, bertempat di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Rabu (17/2).

Pelantikan Bupati-Wakil Bupati SBT sesuai SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No. 131.81-634 tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pelantikan Bupati SBT, Abdul Mukti Keliobas dan SK No. 132.81-635 tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pelantikan Wakil Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri, Lc. M.Si serta SK No. 131.81-633 tentang Pemberhentian Penjabat Bupati Kabupaten SBT Hendrik Far-Far.

Kemudian, SK Mendagri Nomor 131.81-697 tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pelantikan Bupati Kabupaten Kepulauan Aru dr. Johan Ngonga, dan SK No. 132.81-698 tahun 2016 tentang Pelantikan dan Pengangkatan Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogalrey, SE serta SK No. 131.81-698 tahun 2016, tertanggal 12 Febuari tentang Pemberhentian Penjabat Kabupaten Kepulauan Aru Angky Renjaan.

Gubernur Maluku dalam sambutannya mengatakan, lahirnya UU No. 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah telah membawa perubahan mendasar dalam mekanisme penyelenggaraan Pilkada dari corak lokalitas menjadi serentak secara nasional.

Secara filosofis pelaksanaan Pilkada serentak didasarkan atas pertimbangan efisiensi dan efektifitas waktu, tenaga, anggaran, sekaligus sebagai upaya untuk mendorong akumulasi partisipasi politik masyarakat dapat tersentralisasi dengan baik.

Pemerintah kemudian menetapkan pelaksanaan pelantikan dilakukan secara “serentak”, dimana bagi para Gubernur dan Wakil Gubernur telah dilaksanakan pada tanggal 12 Pebruari 2016 di Istana Merdeka, dan tanggal 17 Pebruari 2016 bagi Bupati/Wakil Bupati serta Walikota/Wakil Walikota terpilih di Ibukota Provinsi masing-masing.

Dikhususkan bagi yang telah selesai masa jabatan dan telah selesai bersengketa di Mahkamah Konstitusi, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Timur dan Kepulauan Aru.dilakukan pelantikannya untuk tahapan pertama ini.

Dalam sambutanya juga Gubernur Maluku Ir. Said Assagaf mengatakan bahwa, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Buru Selatan (Bursel), akan sesuai agenda yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri yaitu bulan Juni 2016.

Dengan dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati, maka “proses politik” untuk menentukan kepemimpinan pemerintahan di kedua Kabupaten ini telah berakhir, sekaligus menjadi titik awal, dimulainya proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik, dengan tujuan utama untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat di kedua daerah tersebut.

Dikatakan juga bahwa, Ada 4 (empat) pilar yang harus dipenuhi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat yaitu: Manajemen pemerintahan yang baik, Kehidupan demokrasi dan politik yang bermoral, Penegakan hukum yang adil, Pertumbuhan ekonomi yang memadai.

Ia juga minta Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik harus Bekerja keras, Dorong terus pergerakan roda perekonomian dan pembangunan, Upayakan peningkatan sumber-sumber pendapatan asli daerah, Permudah hadirnya investasi sehingga membuka lapangan kerja baru, Turun dan temui rakyat di bawah agar dapat mengetahui apa kebutuhan mereka, Perbanyak program pemberdayaan masyarakat, Pastikan bahwa mereka mendapatkan kebutuhan air bersih, beras, sembako, BBM dan anak-anakpun dapat bersekolah, Rumah sakit dan Puskesmas mampu memberikan layanan kesehatan, serta Ketersediaan akses transportasi antar desa dan masih banyak problem kemasyarakatan lainnya.

Penegasannya, Sebagai Bupati-Wakil Bupati tidak bekerja sendiri. Ada sejumlah institusi pemerintah, DPRD sebagai mitra kerja dan sama-sama sebagai unsur penyelenggara pemerintahan di Daerah, jajaran yudikatif dan aparat keamanan TNI/Polri maupun instansi swasta. Ada pula ORMAS dan LSM serta rakyat yang menunggu hasil kerja saudara.

Apresiasi dan terima kasih kepada Drs. Angelus Renjaan, M.Pd Henri Morton Far-Far, SH yang telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Penjabat Bupati dengan baik dan sukses.

Harapan kedepan, kiranya tugas yang mulia ini, dapat diperlabahkan untuk kepentingan masyarakat pada umumnya, dalam menjawab akan kesejahtraan dan keinginan masyarakat yang telah mempercayai saudara-sausari untuk memimpin Daerah masing-masing. (AT.007)

Jadilah Orang Pertama share:
author