Hadapi MEA 2015, LSPD Gelar FGD Penguatan Pancasila

Ambontoaday.com, Ambon –  Lembaga Studi Pancasila Darussalam (LSPD) menggelar Focus Group Discusion (FGD) dengan topik “Penguatan Pancasila Bagi Pemuda Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, bertempat di kampus STIA Alaska Jumat kemarin (28/8/2015).

Dalam kegiatan dimaksud FGD menghadirkan narasumber, Farham Suneth Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Ambon dan puluhan mahasiswa turut berpartisipasi dalam FGD tersebut.

Ketika pemaparan materi Farham mengatakan, jika di lihat dari sisi demografi Sumber Daya Manusia Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community, sebenarnya merupakan salah satu Negara yang produktif.

Dikatakan juga bahwa, jika dilihat dari faktor usia maka sebagian besar penduduk Indonesia atau sekitar 70 persen merupakan usia produktif, dan memiliki 110 juta tenaga kerja (data BPS 2007).

Sehingga Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia yang tidak ada duanya merupakan local advantage, yang menjadi daya tarik yang kuat sehingga dapat dijadikan modal untuk menyongsong Indonesia menuju ASEAN Economic Community 2015 disamping jumlah penduduknya terbesar yang dapat menyediakan tenaga kerja.

Pancasila juga menganut sistem ekonomi kerakyatan bukan kapitalisme dan juga bukan sosialisme, yang menawarkan harapan berupa sistem perekonomian alternatif yang bersifat komprehensif integral, bagi jutaan masyarakat Indonesia demi mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana termaktub dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945.

Ketika di lihat pada konteks ini, diperlukan adanya reformasi tidak saja dalam tataran implementasi kebijakan perekonomian selama ini, namun juga transformasi pola pikir dari ekonomi neoliberal yang dominan untuk menjadi lebih berkemanusiaan dan berkeadilan sosial, yang dijiwai nilai-nilai Pancasila.

Dikatakan juga bahwa, Bukan hal yang mustahil jika kelak istilah Hattanomics menjadi icon Ekonomi Pancasila dan bisa menggeser dominasi perspektif Reagenomics dan Thatcherisme, icon utama gagasan Ekonomi Neoliberal,” Jelas Farham.(AT.007)

Jadilah Orang Pertama share:
author