Hardiknas Menjadi Ajang Evaluasi Pendidikan Di KKT Yang Mengalami Ketimpangan

Ambon,Ambontoday.com-OIivier Srue, Ketua STKIPS menyampaikan Selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 02 Mei 2020, guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa, teruslah berjuang untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di KKT .Dalam mewujudkan Visi dan Misi Pemda KKT yang salah satunya adalah Cerdas, maka melalui hari pendidikan nasional hari ini merupakan ajang untuk mengevaluasi keberhasilan pendidikan beberapa tahun terakhir.
Kepada crew ambontoday,Oliver Srue Ketua STKIP Saumlaki menyampaikan “KKT terkini;masih banyak kekurangan guru disekolah, telah terjadi penumpukan guru terpusat di kota, sehingga mengakibatkan pemerataan pendidikan di desa yang berada di daerah terpelosok belum tersentuh secara merata, dampak dari kesenjangan guru di desa-desa menyebabkan satu guru yg harus mengajar beberapa mata pelajaran yang belum tentu sesuai dengan bidang ilmunya,persoalan yang sederhana tetapi sangat berdampak pada peningkatan kognitif siswa, apa mau dikata? Penyelamatan pendidikan merupakan komitmen para guru, sehingga lewat momentum Hardiknas hari ini pemda KKT dapat mengevaluasi berbagai persoalan dan tantangan pendidikan yang begitu berkembang pesat”

Lanjutnya,Pemda mestinya mengupayakan pemerataan guru disemua sekolah yang ada di KKT, peningkatan kemampuan dan kompetensi guru harus di prioritaskan oleh Dinas Pendidikan.
Upaya telah di lakukan oleh YPT-RLS dengan salah satu sekolah Tingginya; STKIPS dalam hubungan kerjasama Ricky Jauwerisa (Anggota DPRD KKT) alhasil Jeuwerisa menyumbangkan sebagian dari gajinya dan tunjangannya sebagai anggota DPRD untuk keterlaksanaan kegiatan pengembangan pendidikan di KKT. Kami melakukan pendidikan non formal Ruang Juara namanya.Kegiatan perdana telah dimulai 21 Maret 2020 silam sebelum pandemi Corona mewabah, kegiatan “Ruang Juara” terpusat di daerah tanimbar selatan;
Latdalam, Lermatang, Olilit, Matakus,
Wertambrian,Tumbur, Sangliat Dol dengan melibatkan para pengajar dari STKIPS (Dosen dan Mahasiswa),materi pengajaran terkonsentrasi pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris dan  Matematika, hal ini menunjukan bahwa sikap kita untuk membantu pemda dalam hal ini dinas pendidikan dalam rangka mencerdaskan anak-anak di KKT”.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para guru dan pemerintah desa lokasi Ruang Juara, karena kegiatan sementara dihentikan mengingat kondisi Covid-19, namun kami tetap akan melanjutkan kegiatannya setelah keadaan sudah normal dan kondusif, tandas Srue.
(AT/Paet)

https://click.advertnative.com/loading/?handle=3951
author