Hermanto : 6 Bulan Terakhir Jumlah Simpanan Nasabah di Perbankan Mei 2017 Menunjukan Tren Meningkat

Ambon, ambontoday,com – Untuk menunjukan tren perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) berupa simpanan giro, tabungan dan deposit masyarakat di industri perbankan yang meningkat pada posisi Mei Mei 2017 dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2016. Terhitung bulan Mei 2017, jumlah DPK perbankan sebesar Rp. 13, 42 Triliun meningkat sebesar 10,01 persen atau Rp. 1,22 Triliun di banding Desember 2016.

“Hal ini menunjukan minat dan kepercayaan masyarakat Maluku untuk menempatkan dananya di perbankan masih tinggi,” Kata Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Bambang Hermanto pada Media Update Provinsi Maluku di Kantor OJK Provinsi Maluku, Kamis (3/7/2017).

Menurut Hermanto, jumlah rekening penyimpanan yang meningkat cukup signifikan sebanyak 124.697 rekening, sehingga menjadi 1.209.965 rekening atau meningkat sebesar 11,49 persen (ytd).

” Simpanan dalam bentuk tabungan masih tercatat dominan diabndingkan dengan depositi dan giri yaitu sebesar Rp. 6.104,24 Miliar atau 45,47 persen dari total DPK, sedangkan deposito tercacat sebesar Rp 3.842,93 Miliar atau 28,63 persen dari total DPK dan giro sebesar Rp. 3.477,49 miliar atau 25 persen dari total DPK,” tuturnya.

Diakui Hermanto, tren DPK yang meningkat dalam enam bulan terakhir tetap berlanjut, sehingga dapat menjadi sumber perdana untuk penyaluran kredit kepada masyarakat.

Oleh karena itu, OJK Maluku berharap, perbankan untuk terus mengedukasi nasabah dan masyarakat bahwa simpanan di perbankan merupakan penempatan dana atau investasi yang aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Lanjut Hermanto mengakui, penyaluran kredit perbankan posisi Mei 2017 tercacat sebesar Rp. 10.227,40 miliar atau meningkat sebesar 10,15 persen (yoy) dengan nilai peningkatan sebesar Rp. 942,52 miliar.

Sedangkan, untuk sektor UMKM kredit yang disalurkan sebesar Rp. 2.661,69 miliar dan meningkat pesat sebesar Rp. 161,56 miliar atau tumbuh 6,46 persen (yoy) yang mana penyaluran kredit UMKM masih di tujukan kepada Usaha Kecil yang mencapai Rp. 1.144,47 miliar.

Selain itu, kualitas kredit yang ditujukan oleh Rasio NPL tercatat sebesar 1,56 persen sedikit membaik dibandingkan bulan April 2017 sebesar 1,57 persen dimana terhitung jauh dibawah NPL nasional sebesar 3,15 persen.

“NPL kredit UMKM bulan Mei tercacat sebesar 3,7 persen, sedikit membaik diabndinfkan sebelummnya sebesar 3,89 persen dan juga masih berada di bawah NPL kredit UMKM nasional yang tercatat sebesar 4,65 persen serta NPL indikatif nasional yang maksimal sebesar 5 persen,” papar Hermanto

Semantara itu, ada tiga program asuransi bersubsidi pemerintah yang dapat diakses oleh masyarakat kecil di Maluku yakni asuransi nelayan dengan subsidi premi asuransi 100 persen, asuransi usaha tani padi dengan subsidi premi asueansi 80 persen dan asuransi ternak dengan subsidi premi 80 persen. (AT-009)

author