Hermanto : Tingkatkan Kesejahteraan Umat Melalui Optimalisasi Pengelolaan Dan Penggunaan Wakaf Tunai

Ambon, ambontoday,com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggandeng Bank Indonesia (bi), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), IAIN Ambon, Universitas Darusalam Ambon, Ambonese Youth Moslem Community (AYMC) dan pengurus HMJ Ekonomi Sayraiah IAIN Ambon menggelar Seminar Nasional Ekonomi Syariah, yang berlangsung di Aula IAIN Ambon, Selasa (24/10/2017).

“Selama ini, masyarakat hanya mengenal wakaf dalam bentuk harta tetap yang diserahkan secara sukarela untuk digunakan sebagai infrastuktur pendukung dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan,” Kata Kepala Kantor OJK Maluku, Bambang Hermanto.

Menurut Hermanto, wakaf dengan sistem ini, jelas tidak memiliki nilai investasi sehingga tidak berdampak pada pembangunan kesejahteraan umat. Padahal, potensi wakaf sangat besar jika diarahkan kepada upaya mendukung sektor produktif, baik melalui penyediaan barang tetap maupun dalam bentuk tunai sebagai pembiayaan.

“Untuk itu, optimalisasi pengelolaan wakaf produktif dipandang sebagai solusi dalam membangun perekonomian masyarakat,” paparnya.

Diakuinya, salah satu bentuk wakaf produktif adalah wakaf tunai yaitu dana atau uang yang dihimpun oleh institusi pengelola wakaf melalui penerbitan sertivikat wakaf tunai yang dibeli oleh masyarakat.

“Wakaf tunai dapat juga diartikan mewakafkan harta berupa uang atau surat berharga yang dikelola institusi perbankan atau lembaga keuangan syariah yang keuntungannya akan disedekahkan,” tuturnya.

Lanjutnya, dana wakaf yang terkumpul dapat digulirkan dan diinvestasikan oleh nazir kedalam berbagai sektor usaha yang halal dan produktif, sehingga keuntungannya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan umat dan bangsa secara keseluruhan. (AT-009)

author