HPN – Seminar Sambung Rasa Terkait Percepatan Pembangunan Ekonomi Maluku

Ambon, Ambontoday,com – Surat Keputusan Gubenur Maluku No. 378 Tahun 2016 tanggal 17 November 2016 tentang pembentukan pimpinan daerah penyelenggara Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2017 di Provinsi Maluku, kata Ketua Panitia kegiatan, A . Lailosa dalam laporannya di Islamic Center , Rabu (1/2/2017).

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan yang dimaksud adalah sebagai forum dialog antar pemerintah daerah dengan stakeholder antara lain ; masyarakat, tokoh agama, legislatif , pengusaha dan perguruan tinggi serta stakeholder lainnya, dalam rangka percepatan pembangunan daerah ekonomi di Provinsi Maluku.

Peserta yang mengikuti kegiatan sambung rasa berjumlah 300 orang yang berasal dari forum komunikasi pimpinan daerah, anggota legislatif, perbankan, BUMN, BUMD, Forum masyarakat, tokoh agama, perguruan tinggi, pelaku usaha, Koperasi dan UMKM dan media cetak serta media elektronik.

Sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengatakan, kegiatan sambung rasa yang dilakukan hari ini merupakan rangkaian kegiatan dari HPN tahun 2017 dengan sorotan tema pers dan rakyat Maluku bangkit dari laut.

Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan sambung rasa yang bertema percepatan pembangunan ekonomi Maluku yang insklusif dan berkelanjutanvbertujuan untuk mendukung dialog dengan pemerintah, stakeholder dan masyarakat serta pelaku usaha lainnya terkait pembangunan ekonomi Maluku.

Dikatakan, kondisi makro ekonomi di Provinsi Maluku relatif stabil tahun 2015 mencapai 5.40 persen dan tahun 2016 naik mencapai 5.68 persen. Disisi lain, distribusi ekonomi Maluku sebesar 24.09 persen pada sektor pertanian disusul dengan administasi pemerintah 22.12 persen dan perdagangan besar dan enceran 13.04 persen.

Selain itu, inflasi Maluku menunjukan trend yang positif yaitu pada awal tahun 2015 berada pada 6.15 persen turun pada tahun 2016 yakni 0.3 persen. Inflasi yang terkendali menunjukan perbaikan ekonomi yang signifikan dengan tim pemberdaya infalasi daerah bersama BI Perwakilan Maluku.

Sementara itu, disisi lain tingkat partisipasi tenaga kerja juga meningkat yaitu dari 64.47 persen tahun 2015 naik pada tahun 2016 menjadi 64.51 persen, diikuti turunnya tingkat penganguran dari 9.91 persen tahun 2015 menjadi 7. 05 persen pada tahun 2016, sedangkan tingkat kemiskinan Maluku bulan September 2015 mencapai 19.63 persen turun mencapai 19.23 persen pada September 2016.

Meskipun tingkat kemiskinan masih tinggi, namun Provinsi Maluku masuk dalam peringkat ke dua untuk Provinsi di Indonesia yang berhasil dalam rangka penurunan kemiskinan di Indonesia.

Dalam upaya mendorong peningkatan daya saing pemerintah daerah, maka pemerintah memprioritaskan pengembangan ekonomi daerah dalam mengoptimalisasikan pengelolaan sektor unggulan meliputi sektor Kelautan dan Perikanan, perkebunan yaitu pala, cengkih dan kelapa, pariwisata, serta pertambangan.

Sahuburua berharap, adanya masukan dari kegiatan sambung rasa terkait pembangunan percepatan ekonomi maupun rencana pengembangan ekonomi Maluku di masa mendatang.

Diakuinya, segala masukan dapat dijadikan sebagai bahan pegangan oleh Perintah Provinsi Maluku dalam menyusun APBD baik perubahan 2017 maupun APBD 2018 dan selanjutnya.

“Sumbangan pikiran dari semua peserta yang hadir merupakan masukan kepada Perintah Maluku dalam rangka menyususn rencana-rencana kedepan dengan baik,” terangnya.

Lanjutnya, hal ini merupakan bukti dari pelaksanaan HPN yang bet ul-betul memiliki dorongam berdasarkan tema HPN.

Selain itu, ditambahkan Wakil Ketua PWI Pusat Nurjaman Mokhtar dalam sambutan mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Hari Pers Nasional untuk bagaimana mempromosikan Maluku ke dunia Internasional.

“Mudah-mudahan pelaksanaan kegiatan HPN ini meupakan langkah awal bagi Provinsi Maluku untuk dapat mempromosikan daerahnya di dunia,” harapnya.

Dikatakan, kiranya dengan HPN ini dapat membwrikan manfaat bagi masyafakat yang ada di Maluku. (AT-009)

Jadilah Orang Pertama share:
author