Ambontoday.com, Ambon.- Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur kini sudah mulai ditindak lanjuti Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku yang ditetapkan sebagai Zona 3 penangkapan ikan terukur.

Sebagaimana diketahui bahwa PP nomor 11 tahun 2023 ini adalah turunan dari UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, kemudian dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 2 tahun 2022, yang bertujuan pada pengelolaan dan pemanfaatan perikanan secara optimal diarahkan pada pendayagunaan sumber daya ikan dengan memperhatikan daya dukung yang ada dan kelestarian melalui pengaturan zona penangkapan ikan terukur.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Dr. Ir. Erawan Asikin, M.Si, melalui Kepala Bidang Tangkap, Ali Tualeka, ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin 10 Juli 2023 mengatakan, terkait implementasi PP nomor 11 tahun 2023 saat ini sudah mulai dilakukan dengan menetapkan sejumlah pangkalan pelabuhan perikanan di Maluku untuk penarikan PNBP.

“Di Maluku ini kan masuk zona 3, dengan WPP 714, WPP 715 dan WPP 718. Untuk itu, DKP Maluku sudah mengusulkan beberapa pelabuhan sebagai pangkalan diantaranya, Pelabuhan Perikanan Ambon, PPN Tual, PP Dobo, PP Banda, PP Masarete, ditambah pelabuhan milik swasta yang diusulkan yakni PP SIS Tual, Benjina dan Penambulai.

Selain penetapan pangkalan perikanan, setiap provinsi juga akan dikenakan quota penangkapan ikan dengan indikatornya adalah jumlah kapal, jumlah nelayan dan sumber daya ikan. Untuk itu,  kita akan menghitung berdasarkan data statistik yang ada,” jelas Tualeka.

Dirinya mengatakan, jika perhitungan tidak berdasarkan data statistik yang ada maka Maluku akan mengalami kerugian karena itu dihitung sesuai data perijinan, sementara masih banyak nelayan tangkap di Maluku yang belum memiliki ijin resmi.

Pembagian quota penangkapan ikan, kata Ali, untuk kapal nelayan tangkap yang melakukan aktifitas tangkap sampai 12 mil laut atau lebih itu ditetapkan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, sementara untuk quota tangkap bagi para nelayan kecil itu nantinya ditetapkan dengan SK Gubernur.

“Jadi untuk quota penagkapan itu ada yang diatur oleh pemerintah pusat dan ada juga yang menjadi kewenangan Gubernur. Sementara terhadap para nelayan yang selama ini belum memiliki ijin resmi, melalui DKP Maluku saat ini dibuka sejumlah gerai-gerai pendaftaran di beberapa titik untuk mempermudah pendaftaran.

Melalui gerai-gerai pendaftaran itu nantinya petugas dari DKP Maluku akan turun langsung dan mendata jumlah nelayan terkait kelengkapan dokumen perijinan kemudian kita akan melakukan kerjasam dengan KSOP terkait surat ukur, gross akte dan lainnya.

Semuanya akan didata secara keseluruhan kemudian data itu secara kolektif akan diajukan ke PTSP untuk memproses ijinnya,” ungkapnya.

Terkait penetapan batas jumlah kapal dalam melakukan pendaratan ikan di satu pelabuhan, menurut Kabid Tangkap, hal itu belum ada, karena sesuai peraturan Menteri bahwa, kapal penangkap ikan boleh meminta kepada pelabuhan pangkalan itu sesuai dengan pelabuhan terdekat dengan passingground.

“Sesuai PP 11 tahun 2023 untuk penarikan PNBP, satu kapal tangkap itu boleh meminta 5 pelabuhan pangkalan sebagai tempat pendaratan ikan.

Sementara terkait batas penangkapan ikan yang diperbolehkan oleh setiap kapal tangkap itu memang diatur di dalam PP 11 tahun 2023. Misalkan, satu kapal itu mendapat quota 10 ribu ton per tahun, maka kapal tersebut tidak boleh melakukan penangkapan melewati batas 10 ribu ton. Jika terdapat kelebihan hasil tangkap melebihi quota maka kapal tersebut wajib membayar kelebihan.

Di setiap pelabuhan pangkalan itu akan ada setiap petugas pencatat yang akan mencatat setiap hasil tangkapan yang dibongkar, sehingga jumlah quota setiap kapal itu akan tetap diawasi siap yang sesuai quota, siapa yang melebihi quota.

Untuk jumlah quota penangkapan setiap kapal saat ini belum ditetapkan Kementerian mengingat setiap kapal itu memiliki alat tangkap yang berbeda-beda. Ada yang khusus menangkap cumi, ada yang khusus menangkap ikan, dan ada yang khusus menangkap udang,” papar Ali.

Print Friendly, PDF & Email
Spread the love