Ambontoday – Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa berhasil mendatangkan dua buah mesin PLN untuk menjawab keluhan masyarakatnya, kini dalam perjalanan menuju Buru Selatan.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Safitri Malik Soulisa kepada wartawan, Kamis (2/9.

“Mesin PLN dua buah dalam perjalanan menuju Namrole,” kata Bupati Safitri Malik Soulisa.

Dua buah mesin PLN yang sedang dalam perjalanan menuju Namrole merupakan hasil pertemuan bersama pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara beberapa waktu lalu.

Bupati Wanita pertama di Provinsi Maluku ini berharap, dua buah mesin tersebut dapat menjawab keluhan masyarakatnya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa mendatangi pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara. Bupati wanita ini langsung bertemu dengan GM PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara Adams Yogasara dan menyampaikan keluhan dan keresahan dari masyarakatnya, karena persoalan pemadam listrik.

Pada pertemuan itu, Bupati menyampaikan permasalahan kebutuhan kelistrikan di Buru Selatan yang sangat meresahkan masyarakat, karena dampaknya sangat besar, baik bagi perkantoran, industri, pendidikan serta rumah warga.

“Listrik adalah hal utama yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Karena dalam semua aktivitas, apalagi disaat pandemi covid-19 saat ini, semuanya mengandalkan listrik. Kita bekerja dengan teknologi juga membutuhkan listrik. Industri juga membutuhkan listrik. Termasuk rumah tangga juga membutuhkan listrik,” ungkap Bupati.

Karena keresahan dari masyarakatnya karena sering terjadi pemadaman listrik, istri mantan Bupati pertama ini mendatangi pihak PLN guna mengutarakan keluhan masyarakatnya.

Bupati mengungkapkan, masalah sering terjadi pemadaman listrik akan mengganggu program 100 hari kerja dirinya dan Wakil Bupati, Gerson Eliaser Selsily, karena mereka akan berkantor di 6 kecamatan yang ada di Buru Selatan.

“Jika listrik terus padam, bagaimana kami mau berkantor di 6 kecamatan. Bagaimana berkomunikasi dan berkoordinasi dengan staff di ibu kota kabupaten. Selain itu masyarakat yang mengembangkan UKM dan industri rumah tangga, menjadi terganggu akibat tidak adanya listrik,”tandasnya.

Kepada GM PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Safitri katakan kalau dirinya suda mengundang Kepala ULP Namrole membicarakan permasalahan listrik di Namrole dan sekitarnya, namun yang datang adalah staf.

“Adanya laporan dari masyarakat tentang adanya jalur khusus yang listriknya tidak pernah padam, padahal di masyarakat padam, ini juga harus di tanggapi kebenarannya oleh kepala ULP PLN Namrole,” tegasnya pada GM PLN.

Bupati meminta agar silaturahminya dengan PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara tidak Mubasir. Tetapi kunjungannya ini diharapkan pihak PLN menindaklanjuti dan menyelesaikan permasalahan pemadaman listrik yang setiap hari di alami oleh masyarakat saat ini.

Dijelaskannya, bahwa pentingnya kebutuhan listrik oleh masyarakat Buru Selatan di enam kecamatan. Safitri sangat berharap aliran jaringan listrik dapat terpenuhi oleh masyarakat.

“Persoalan Listrik ini harus menjadi perhatian serius, jangan anggap remeh persoalan listrik” tegas Bupati Bursel kepada pihak PLN Maluku.

Dikatakan Safitri, listrik merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan Masyarakat. Suatu negara/daerah tidak akan pernah maju tanpa adanya listrik yang baik. Semua sektor pekerjaan pun tidak luput dari penggunaan listrik baik pertanian, perdagangan, perusahaan, maupun Pemerintahan dan Masyarakat.

Safitri menekankan pentingnya pembangunan jaringan listrik secara baik di Wilayah Bursel oleh PLN Unit Induk Wilayah Maluku/Malut secara merata terutama di Kecamatan dan Desa yang ada di Bursel yang belum teraliri Listrik.

General Manager (GM) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Adams Yogasara, mengatakan terima kasih kepada Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa atas kunjungannya.

Dikatakannya bahwa ada 2 hal yang menjadi pokok permasalahan padamnya listrik di Buru Selatan, yaitu menurunnya kemampuan pembangkit listrik dan gangguan jaringan.

“Pembangkit listrik di Namrole itu berkekuatan 1200KW. Saat ini mesin itu hanya berkemampuan 750 KW. Itu artinya telah menurun 500KW. Penurunan ini terjadi akibat sering terjadinya kerusakan jaringan, akibat jatuhnya pelepah daun kelapa yang mengenai jaringan. Ketika kena jaringan, kerusakan itu akan terjadi juga di mesin pembangkit listrik. Yang akhirnya menyebabkan kemampuannya menurun,” terangnya.

Untuk gangguan jaringan, Yogasara meminta agar masyarakat bisa dengan kesadaran sendiri mau memotong pohon kelapa yang ada di jalur yang dilewati jaringan listrik di sana.

“Ada 150 pohon kelapa yang saat ini mengganggu jaringan listrik di Buru Selatan. Jika tidak dipotong, maka akan terjadi gangguan jaringan yang berdampak bagi mesin pembangkit listrik, dan akhirnya menyebabkan pemadaman listrik yang terjadi terus. Untuk itu kami sangat memohon kesadaran masyarakat agar mau memotong dengan sukarela,” pintanya.

Urainya, adapun 150 pohon tersebut di daerah Waifusi, Wali sampai Leku.

Dengan adanya kunjungan Bupati Buru Selatan ini, ia menyampaikan bahwa akan menurunkan tim untuk memperbaiki jaringan di Namrole secepatnya. (Biro Bursel)

 

Print Friendly, PDF & Email