Klasis Kota Ambon Gelar Penguatan Spiritual Dan Ibadah Pengutusan Caleg

 

AMBON, AMBONTODAY.COM- Gereja Protestan Maluku (GPM) Anggota Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) melalui Klasis Kota Ambon menggelar Penguatan Spiritual sekaliguas Ibadah Pengutusan Calon Legislatif (Caleg), yang berlangsung di Gudung Gereja Maranatha-Ambon, Senin (29/10).

Kegiatan ini merupakan arahan renstra hasil turunan PP BBM tugas bagi Klasis Kota untuk melakukan pengutan karakter politik keluarga gereja.

Ketua Majelis Pekerja Klasis Kota Ambon, Pdt. N.J. Rutumalessy, S,Th mengatakan, Klasis Kota Ambon justru ini agar moment Pilkada dapat memberikan penguatan karakter politik bagi semua caleg yang berdiam di Klasis Kota Ambon baik Kabupaten/Kota, Provinsi, RI maupun DPD.

“Ada wilayah yang tidak bisa dimasuki oleh Gereja secara kelembagaan, tetapi itu bisa dimasuki oleh Gereja sebagai perorangan dan itu dilakukan nanti oleh teman-teman yang secara personal akan terlibat sebagai anggota legislatif. Dan karena itu, kepentingan gereja adalah menyiapkan mereka untuk menjadi warga gereja yang memiliki tanggung jawab pekabaran injil, yang intinya kalau kita menyiapkan teman-teman ini dan itu tidak dalam kepentingan untuk memperjuangkan aspirasi gereja sama sekali tapi mereka justru untuk menjadi kader gereja yang memperjuangkan kesejahteraan masyarakat sehingga dimanapun mereka tidak terjebak dalam seluruh lingkungan politik yang justru dapat menghancurkan seluruh moral dan etik sebagai warga gereja,” akuinya.

Untuk itu, pihaknya berkepentingan sebetulnya dengan membuat mereka semua tidak kosong pergi menjadi anggota legislatif, tapi mengisi dan mendampingi serta menguatkan sehingga mereka tahu mengerjakan tugas-tugas pekabaran itu.

“Sebetulnya ketika mereka didampingi seperti begini dapat dikuatkan, secara kelembagaan kita melakukan ibadah khusus untuk mengutus mereka memasuki wilayah itu agar memiliki karakter yang kuat sebagai politisi-politisi Kristen dan itu tidak dalam kepentingan berjuang bagi orang Kristen tapi berjuang bagi kepentingan masyarakat,” harapnya.

Sealin itu, sebagai warga gereja yang ada diwilayah Klasis Kota Ambon mereka bisa merebut konstituen wilayag jemaat dan geraja tempat tingal Caleg- Caleg ini. “Dengan menyiapkan mereka semua maka seluruh kebuthan jemaat yang ada tetap terjaga dengan perjuangan bersama sebagai sebuah persekutuan,” ucapnya.

Untuk itu, siapa pun nanti yang terpilih itu tidak akan meninggalkan hutang dan beban atau emosi tersisa sebagai bagian dari kontestasi politik.

Hal ini bukan soal melenceng tapi menyiapkan seluruh kader-kader warga GPM terlibat langsung di dunia politik itu yang belum dilakukan maksimal dan ini perlu ditata dengan baik. “Ada banyak sekali kader gereja dan para politisi Kristen yang bekerja sangat efektif tapi itu hanya mereka lakukan sebagai bagian dari ekspektasi secara pribadi terhadap tugas dan tanggung jawab berpolitik,” tambahnya.

Ia melanjutkan, semuanya itu memiliki kualitas untuk nanti pertarungan politik berjalan , dan dipercaya dengan proses ini maka kekuatan dimiliki secara moril untuk melakukan tugas. “Terpilih dan tidaknya itu biasa saja dalam sebuah pertarung yang didasari dengan kebenaran, karena disadari sungguh hal penguatan spiritual ini tidak mungkin akan didapatrkan lagi seperti sekarang, maka semua yang telah dilakukan oleh kami terpulang kembali kepada para caleg,” tandasnya. (AT-009)

Jadilah Orang Pertama share:
author