Ambontoday.com – Koperasi Serba Usaha (KSU) Bipolo Perkasa menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) 2020-2021. Dalam rapat tersebut, menyampaikan pencapaian program tahun sebelumnya dan menyusun program untuk tahun berikutnya.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum KSU Bipolo Perkasa La Jani kepada media ini di Namrole, Kamis (28/4).

La Jani menjelaskan, RAT tahun 2021 akan menyampaikan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2020-2021.

“Alhamdulillah tahun 2021 telah terlaksana pada beberapa bidang terutama USP suda berjalan sesuai dengan programnya, jelasnya.

Dikatakan, ada beberapa bidang yang dilaksanakan itu pada bidang usaha pembuatan ess batu, bidang perikanan dan bidang pasar yang baru mulai berjalan baik.

Dijelaskan Lan Jani bahwa Koperasi yang di pimpinnya ini pada Koperasi Serba Usaha (KSU).

Jelasnya bahwa KSU ini banyak program, namun masih terkendala (anggota) ekonomi.

“Tetapi koperasi ini selama dua tahun ini pengurus dan anggota dan di bantu dari Dinas Koperasi dan UKM, koperasi ini berhasil,” ujarnya bangga.

Koperasi Bipolo Perkasa ini berdiri dua tahun, dan mendapat perhatian dan bimbingan yang sangat baik dari pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi.

“Alhamdulillah selama dua tahun koperasi ini berjalan baik sesai harapan anggota dan pengurus,” ucapnya.

Dikatakan, saat ini Koperasi Bipolo Perkasa memiliki anggota sebanyak 300san ditambah 75 orang pengurus.

Selaku Ketua Umum Koperasi Bipolo Perkasa, La Jani berharap kedepannya di tahun 2023 melebihi hasil dari tahun sebelumnya agar dapat membantu perekonomian anggotanya.

“Kami mengharapkan dari pemerintah daerah dukungan moril dan pikiran untuk niat bersama-sama memajukan roda perekonomian di daerah ini,” pungkasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Rachmat Dasuky mengatakan, RAT yang di laksanakan oleh Koperasi Bipolo Perkasa ini berdasarkan Peraturan Mentri Koperasi tentang Pelaksanaan RAT Nomor 19 Tahun 2025.

Dasuky mengatakan, jumlah Koperasi saat ini di Kabupaten Buru Selatan sebanyak 209 Koperasi, Koperasi yang aktif sebanyak 154 dan 55 Koperasi yang tidak aktif

Dasuky menjelaskan, RAT merupakan perangkat organisasi Koperasi yang memegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

“Setiap tahunnya koperasi di buru selatan itu RAT dalam rangka membicarakan program lanjutan untuk tahun berikutnya,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya dari dinas dalam tugasnya melakukan pembinaan, mengawasi dan melakukan evaluasi koperasi-koperasi yang sampai saat ini maju dan mandiri.

“Dan untuk tahun 2022 ini sesuai target kinerja sesuai instruksi dari Provinsi bahwa kita di Buru Selatan harus 8 Koperasi yang melaksanakan RAT, dan sampai 2022 ini, kita suda mencapai 7 Koperasi yang melaksanakan RAT,” jelas Dasuky.

Artinya jelas Dasuky ada perkembangan dan peningkatan. Dan sejauh ini pihaknya dari Dinas melakukan pembinaan dan revitalisasi.

“Kedepan koperasi di Buru Selatan bisa menghasilkan Koperasi yang Mandiri dan Koperasi yang Sehat,” harap Dasuky.

Dasuky tegasnya, bagi koperasi yang belum melaksanakan RAT agar segera melaksanakan RAT dan tugas dan tanggung jawab akan di benahi.

“Kedepan Buru Selatan bisa memiliki koperasi yang mandiri dan sehat sehingga bisa memberikan efek dan dampak perkembangan perekonomian bagi masyarakat serta dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” harap Dasuky. (Biro BurseL)

.

 

Print Friendly, PDF & Email