Kuota Kurang Di DPR, Perempuan Harus Tingkatkan Kapasitas Individu

AMBON, AMBONTODAY.COM– Jumlah kuota yang kurang di lembaga legislatif, perempuan yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif harus meningkatkan kapasitas individunya untuk layak dipilih. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Masyarakat Desa (DP3AMD), Rulien Purmiasa kepada wartawan pada kegiatan Seminar peningkatan kualitas perempuan sebagai pelaku politik pembangunan yang cerdas di Marina Hotel, Rabu (27/2/2019).

Kegiatan tersebut sendiri diikuti oleh 130 orang yang berasal dari Ketua unit DWP Kota Ambon beserta anggotanya sebanyak 3 orang, TP PKK sebanyak 50 orang, dan organisasi kemasyarakatan serta narasumber yang berasal dari pusat dan daerah.

Menurut Purmiasa, berdasarkan UU Partai Politik dan Pemilu yang telah memberikan kuota 30 persen kepada perempuan namun pada kenyataannya, perempaun yang ada di lembaga legislatif belum mencapai kuota tersebut.

“Hampir di seluruh provinsi Maluku khususnya di kota Ambon walaupun UU Pemilu dan UU partai politik sudah memberikan 30 persen kepada perempuan tapi tidak ada yang mencapai itu, kalau di kota sendiri kalau jumlah anggota 35 maka anggota 30 persen itu harusnya ada sekitar 10 sampai 11 dan kenyataan hari ini baru lima atau enam,” ujarnya.

Ini dikarenakan, masih banyak masyarakat yang cenderung skeptis terhadap caleg perempuan karena dianggap sebagai golongan minoritas di lembaga legislatif. Padahal, perempuan sebagai anggota legislatif mempunyai tugas yang sangat penting yakni memperjuangkan hak perempuan dan anak.

“Jangankan berharap punya 30 persen di legislatif, pemilihpun bahkan perempuan sendiri cenderung skeptis terhadap caleg yang perempuan. yang paling bisa bersuara tentang kepentingan perempuan dan anak adalah perempuan itu sendiri, bagaimana kalau dia tidak ada disana dan dia hanya ada sebagai golongan minoritas karena itulah kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran politik perempuan bahwa harus ada wakil-wakilnya disana sehingga kebijakan pembangunan itu sungguh-sungguh prospektif gender,” tuturnya.

Dengan begitu, caleg perempuan harus lebih meningkatkan kapasitas individunya sehingga menjadi individu yang layak menjadi tumpuan harapan untuk memperjuangkan kepentingan perempuan dan anak di lembaga legislatif.

“Perempuan-perempuan yang maju sebagai calon legislatif itu juga harus melakukan peningkatan kapasitas individunya supaya dia menjadi individu yang layak dipilih bukan hanya karena dia perempuan dan perempuan harus pilih perempuan tapi karena memang dia bisa menjadi tumpuan harapan untuk memperjuangkan kepentingan perempuan dan anak di lembaga legislatif,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten III Pemerintah kota Ambon dalam sambutannya mengatakan, partisipasi perempuan dalam politik merupakan salah satu parameter penting yang mengedepankan persamaan akses dan peran antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai wilayah dan tataran praktek politik terutama dalam posisi pengambilan keputusan.

“Pemerintah kota Ambon menyadari sungguh bahwa perempuan memiliki potensi sangat besar sebagai pelaku pembangunan yang handal yang dapat bersaing dengan kaum laki-laki,” jelasnya.

Untuk itu, potensi perempuan harus ditingkatkan dengan melakukan pendidikan politik secara kontinyu bagi perempuan sebagai strategi peningkatan pemahaman politiknya. (AT-011).

Jadilah Orang Pertama share:
author