Lalin Anggota POM Gadungan Ditahan Polsek Tansel

Saumlaki, ambontoday.com – Merantau di Jakarta Ari Sofyan Lalin ketika kembali ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), dengan sejumlah tindak tanduk yang dilakukan sangat meresahkan warga masyarakat, teristimewa masyarakat di Desa Bomaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel).

Kepala desa (Kades) Bomaki Virgilus Lamere kepada Ambontoday.com Sabtu, (7/5) katakan, kehadiran Lalin di desa Bomaki sejak tiga Minggu lalu tanpa melaporkan diri dipemerintah desa, hingga dirinya menunjukan laga seorang anggota TNI AD, bahkan sebagai anggota Polri, riskannya Lalin dengan terang-terangan mengaku kemasyarakat bahwa dirinya adalah seorang anggota Polisi Militer (POM).

“Saya sempat memanggil yang bersangkutan untuk meminta identitasnya, dirinya mengaku lupa KTP dirumah nanti besok beliau antar ke saya, namun berselang beberapa hari beliau tidak membawa KTP, kami Pemdes mulai mencurigakannya” ujar kades.

Dikatakan juga, berdasarkan Perdes yang sudah ditetapkan bersama Pemdes dan pihak BPD terkait acara warga dimalam hari ditetapkan batas tepat pukul, 21:00 Wit, namun Lalin ketika mengikuti acara ulta ditetangga rumah yang ditempati memerintahkan untuk acara diteruskan nanti dirinya yang bertanggung jawab, bukan saja itu, dirinya bersama beberapa pemuda yang mengetahui bahwa dirinya seorang anggota POM, memutar lagu sambil karoke, miras tanpa melihat jam-jam ibadah.

“Saya pagil beliau yang kedua kali dan menanyakan identitasnya, beliau mengaku seluruh identitasnya hilang, kami maklumi, namun ketika beliau mulai mencampuri perenan Pemdes di desa dengan mengurusi beberapa masalah didesa karena berdalih seorang anggota POM, sampai-samapai beliau sempat melaporkan Bahinkaptimas ke Polres Kepulauan Tanimbar karena melakukan tindakan berupa nasihat kepada beberapa pemudah yang mencuri bebek, tindakan yang dilakukan mulai menimbulakan kekesalan bagi kami pemdes” ungkap kades.

Lanjutnya, ketika terjadi pencurian HP dilingkungan, dirinya (lalin-red) masih tetap mencampuri urusan dankerja pemdes, sehingga yang bersangkutan dipanggil ke kediaman Kades untuk ditanyakan identitasnya, namun yang bersangkutan tetap beralasan bahwa seluruh identitas dirinya hilang.

“Alasan yang tidak pasti, beliau berikan sehingga kami menghubungi babinsa dan babinkabtimas untuk mengantar yang bersangkutan ke Polsek Tanimbar Selatan, ketika smapai dan dimintai keterangan, awalnya beliau mengaku bahwa dirinya beragama Protestan, ketika di Polsek ia mengaku agama Katolik, anehnya lagi, ketika tas miliknya diperiksa pihak piket di Polsek terdapat selembar surat kehilangan yang menerangkan bahwa dirinya beragama Islam, hal ini membuat terkejut semua maayarakat yang turut hadir di Polsek” jelas Kades.

Kades menambahkan, Lalin ini ketika ada di desa Bomaki ia membawa tiga perempuan yang satunya adalah istri orang yang ketika pihak pemdes melacak pada beberapa kerabatnya.

Anggota POM Gadungan itu sementara diamanka di Polsek Tansel untuk dilakukan pemeriksaan dan akan dihukum sesuai dengan perilakunya, sesuai Hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (AT/tim)

 

error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!