Lintas analisa dan Kajian Ilmiah,Aksi Solidaritas Keprihatinan Terhadap Tanimbar Zona Merah

Ambon,Ambontdoday.com-Aksi solidaritas yang dilakukan oleh Civitas akademika STKIPS,STIAS dan STIESA (11/8/20) kemarin sontak viral di media sosial dan di bagikan berulang kali di jagat maya oleh para nitizen.Aksi yang terbilang Akbar itu menjadi sorotan sejumlah pihak.Tentu dunia Kampus turun ke jalan untuk menyuarahkan aspirasi berdasarkan analisa dan kajian akademis yang dapat dijadikan sebagai referensi yang mumpuni terbaik.

Kepada Ambon today ketua sekolah tinggi ilmu administrasi Saumlaki Semuel Urath,S.Si.,M.Pd menyampaikan hasil analisa dan kajian ilmiah sehubungan dengan aksi sosial yang dilakukan via WhatsApp (12/8/20).
Beberapa Bulan Lalu Tanimbar Sempat Dibanggakan Walaupun Dengan Adanya Pandemi Covid-19 Yang Melanda Dunia, Tanimbar Tetap Berada Pada Kategori Zona Hijau (Terbebas Dari Covid-19). Namun Sangat Disayangkan Prestasi Yang Begitu Baik Dihancurkan Akibat Kelalaian Tim Covid 19 Mengisinkan Pelaku Perjalanan Tanpa Mengantongi Hasil Swap Tes Terlebih Dahulu Yang Menjadi Sayarat Mutlak. Pertanyaan Yang Muncul Bagi Kami Masyarakat, Mengapa Kejadian Ini Bisa Terjadi ?, Bagaimana Peran Tim Gugus Tugas Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Dan Apa Rekomendasi Tim Kajian Dan Analisis Telah Sepenuhnya Dijalankan Atau Tidak ?, Atau Hanya Sebagian Yang Dilakukan Untuk Menjawab Kebutuhan Personalian Para Pejabat? Mengapa Demikian?
Keadaan dan Kejadian Yang Terjadi Semakin Membuat Geli Dan Gelisah Masyarakat Dengan Berbagai Problematika Yang Terjadi Dengan Adanya Beberapa Kebijakan Pemerintah Daerah Yang Tidak Berpihak Pada Masyarakat Misalnya Pejabat Di Negeri Ini Dengan Seenaknya Melakukan Perjalanan Dinas Ke Daerah Zona Merah Kemudian Kembali Dan Tidak Mengikuti protokoler Kesehatan. Sedangkan Masyarakat Kecil Dituntut Untuk Mengikuti Protokoler Yang Suda Ditentukan, Mirisnya Lagi Lokasi Karantina Yang Tidak Memadai Seperti Lapangan Futsal Lantas Dijadikan Sebagai Lokasi Karantina Dengan Fasilitas Penunjang Yang Tidak Memadai.

Fenomena Lain Yang Terjadi Adalah Masalah Kesehatan, Ekonomi Dan Jejaring Pengaman Sosial, Yang Tidak Disiapkan Dengan Baik Oleh Pemerintah Sehingga Membuat Masyarakat Semakin Menderita Bahkan Ada Kemungkinan Nyaris Membablaskan. Selaku Masyarakat Kami Meminta Bukti Nyata Dan Terukur Kepada Pemerintah Daerah Melalui Tim Gugus Tugas Untuk Bertanggung Jawab Penuh Terhadap Persoalan Yang Sementara Menerpa Masyarakat Tanimbar Saat Ini.

Oleh Dan Sebab Itu Kami Memintah Rekomendasi Yang Telah Dikeluarkan Oleh Tim Pakar Dan Analisi Wajib Dilaksanakan Seperti Berikut :
1.Kesehatan;Kami Meminta Kepada Tim Gugus Tugas untuk menyediakan lokasi karantina yang baik dan ketat untuk memastikan pelaku perjalanan tidak membawa Covid-19 (OTG/ODR sebagai carrier Covid-19) masuk di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Khususnya pelaku perjalanan untuk tujuan kedinasan dan tujuan bisnis di rekomendasikan untuk dikarantina secara mandiri pada lokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah dengan ketentuan biaya karantina dibebankan kepada yang bersangkutan;2.Kami Meminta kepada Tim Gugus Tugas untuk Meningkatkan pengawasan/surveilens kasus bagi pelaku perjalanan yang telah melewati masa karantina selama 14 hari pertama di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. 3.Kami Meminta kepada Tim Gugus Tugas untuk Mempercepat penyediaan fasilitas kesehatan penanganan Covid-19 meliputi;
1.Percepatan pembangunan Rumah Sakit PP Magretty di Ukurlaran; 2.Percepatan pengadaan alat kesehatan yang berhubungan dengan penanganan Covid-19; 3.Percepatan pengadaan Alat Pelindung diri dan obat-obatan yang berhubungan dengan penanganan Covid-19; 4.Kami Meminta kepada Tim Gugus Tugas untuk Membuat kebijakan terkait pembatasan sosial masyarakat (PSBB-Pembatasan Sosial Berskala Besar) sesuai dengan protokol kesehatan di antaranya :5.Penggunaan masker secara massif; 6.Proses peribadatan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku;7.pembatasan kegiatan pengumpulan masa lainnya; 8.Pembatasan di pintu masuk kabupaten (bandara dan pelabuhan);9.menerapkan jam malam; 10.Pembatasan aktifitas pasar dengan mengutamakan penggunaan masker dan pengaturan jarak; 11.Pembatasan kunjungan ke tempat makan/restoran dibelanjakan makanan tetapi dikonsumsi di rumah masing-masing; 12.membatasi penumpang dalam angkutan umum; 13.mengoptimalkan pengawasan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir, olahraga rutin, berjemur di pagi hari, dan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi). 14.Menyediakan lokasi dan anggaran karantina yang memadai bagi tenaga kesehatan yang melakukan kontak langsung dengan pasien Covid-19 (disampaikan dalam RKA RSUD terkait karatina petugas kesehatan).


Pemberlakuan New Normal Life harus mengikuti pentahapan mulai dari sosialisasi, uji coba dan penetapannya perlu dievalusi pada setiap tahap sehingga dapat memberikan manfaat untuk pencegahan penularan covid-19. Bila kasus bertambah maka perlu dilakukan evaluasi untuk ditunda, bila kasus tetap dapat dikendalikan maka dapat dilanjutkan pelaksanaannya menuju tatanan kehidupan baru setelah pandemi covid-19 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Ekonomi;Mengembangkan dan meningkatkan produksi pangan lokal di setiap desa penghasil yang disesuaikan jumlah lahan yang tersedia pada masyarakat.1. Pemerintah memastikan sistem mata rantai pangan harus berjalan secara bersamaan pada sektor produksi, distribusi dan konsumsi (pemanfaatan teknologi) pada usaha pertanian dan perikanan.:2.Dalam menyediakan bantuan sosial pemerintah yang ditujukan untuk masyarakat dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai pihak seperti bulog dan distributor luar daerah tanpa menggunakan ketersediaan barang pada distributor lokal. 3.Melakukan operasi pasar untuk: 4.Menjaga ketersediaan barang dipasar; 5.Mencegah penimbunan barang kebutuhan pokok (sembako) yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu dan; 6.Menjaga stabilitas harga”

 

“Jaringan Pengaman Sosial; 1.Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar memastikan data penerima manfaat jejaring pengaman sosial yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, Kabupaten dan APBDes sehingga sesuai dengan kondisi riil (up to date) serta pelaksanaannya efektif dan tepat sasaran untuk menghidari gesekan sosial di masyarakat; 2.Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar perlu melibatkan seluruh potensi sosial (modal sosial) dalam penanganan perekonomian masyarakat khusus bagi para pengusaha dan pelaku ekonomi yang lain (perbankan) yang ada di KKT; 3.Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melakukan kerjasama dengan pengelola layanan digital (Telkomsel) dalam sosialisasi covid-19, distribusi bantuan dan menerima informasi pengaduan masyarakat terkait dengan potensi penyalagunaan distribusi bantuan di masyarkat; 4.Optimalisasi program padat karya tunai”
“New Normal Life;Menyiapkan panduan pelaksanaan aktifitas pemerintahan, ekonomi, sosial, budaya masyarakat KKT dalam pelaksanaan New Normal Life.Sosialisasi panduan pelaksanaan New Normal Life secara massif”
1.Pemberlakuan New Normal Life harus mengikuti pentahapan mulai dari sosialisasi, uji coba dan penetapannya perlu dievalusi pada setiap tahap sehingga dapat memberikan manfaat untuk pencegahan penularan covid-19; 2.Pengaktifan kegiatan ekonomi; 3.Mewajibkan seluruh pelaku usaha (restoran, tempat makan, toko, hotel, tempat pedangan kecil dan tempat wisata) untuk menyediakan tempat cuci tangan, dan handsanitizer; 4.Mengatur aktifitas ekonomi di pasar,5.Arus masuk dan arus keluar lalulintas; 6Wajib menggunakan masker; 7.Jam buka dan tutup pasar; 8.Jaga jarak; 9.Penyemprotan disinfektan secara rutin; 10.Penyediaan tempat cuci tangan dan handsanitizer; 11.Pengaktifan kegiatan pembelajaran secara fleksibel dengan memperhatikan petunjuk teknis dari Kemdikbud RI; 12.Pengaktifan kegiatan keagamaan dengan memperhatikan protokol kesehatan, menggunakan sistim shifting, dan pengaturan jumlah umat yang beribadah; 13.Pengaktifan kegiatan pemerintahan dan administrasi perkantoran dengan memperhatikan protokol kesehatan; 14.Pengaktifan kegiatan sosial budaya masyarakat; 16.Publikasi data personal yang telah melakukan perjalanan dari daerah transmisi (zona merah) menuju KKT bagi masyarakat; 16.Peningkatan kegiatan informasi digital terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 dilakukan secara terpusat oleh Pemerintah Daerah melalui Gugus Tugas Pencengahan dan Penanganan Covid-19; 17.Pengaturan aktifitas penerbangan yang dijadwalkan hanya terjadi sekali dalam sebulan disesuaikan dengan kapasitas karantina yang disediakan oleh pemerintah daerah KKT; 18.Pengaturan aktifitas pelayaran komersil ditangguhkan dan hanya menerima pelayaran kargo; 19.Pengawasan dan pengendalian aktifitas sosial masyarakat khusus untuk aktifitas di ruang publikoleh aparat keamanan secara persuasif dan intensif sesuai peraturan yang berlaku; 20.Evaluasi terhadap pelaksanaan New Normal Life dilakukan secara berkala (minimal sekali dalam sebulan).

Apabila hasil evaluasi menunjukan satu pasien teridentifikasi positif Covid-19 maka pemberlakuan New Normal Life akan dicabut statusnya dan dikembalikan pada pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menghindari penyebaran virus,(AT/Paet).

author