Makan Patita, Tradisi Rakyat Maluku

No comment 329 views

Ambontoday.com, Ambon – Makan Patita merupakan sebuah acara makan bersama dalam lingkup kekeluargaan yang hangat dengan menyuguhkan berbagai makanan dan masakan tradisional khas daerah mereka. Siapa pun yang hadir dalam acara Makan Patita itu boleh mencicipi segala makanan yang tersedia di situ dengan sesuka hatinya. Tradisi makan patita hingga saat ini masih terus dipelihara di kota dan di desa-desa di Provinsi Maluku. Desa Oma yang terletak di Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku juga masih kuat memegang tradisi budaya patita.

Secara garis besar tradisi Makan Patita di Provinsi Maluku digelar dua kali dalam setahun yaitu makan patita negeri yang dilakukan setiap tanggal 2 Januari dan makan patita yang dilaksanakan setiap bulan Desember. Tapi, disamping tradisi rutin tiap tahun itu, di beberapa daerah di kota Ambon seperti di Desa Oma memiliki satu lagi tradisi makan patita yakni makan patita adat yang di gelar dan dilaksanakan hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Bisa setahun sekali, lima tahun sekali, bahkan bisa juga sampai 12 tahun sekali.

Tradisi Makan Patita Adat di Desa Oma sendiri terbagi menjadi dua yaitu makan patita Marei yaitu yaitu om-om memberi makan anak-anak dalam Soa Latuei yang dikenal dengan nama Marei. Om-om yang dimaksudkan adalah orang tua. Dan yang kedua adalah kebalikan dari itu yakni anak-anak yang memberi makan kepada orang tua. Jadi, pada makan patita adat Marei ini seluruh makanan hingga pelaksanaan acaranya ditanggung oleh para orang tua. Nanti suatu saat anak-anak juga boleh menggelar makan patita adat serupa untuk menjamu orang tua mereka. Tidak tanggung-tanggung, mereka menggelar makan patita adat di atas meja yang panjangnya mencapai 200 meter dan dipenuhi ribuan anak adat Soa Latuei. Makan patita adat ini merupakan yang terbesar dalam sejarah adat di Desa Oma.

Demikian sekilas mengenai makan patita yang merupakan suatu tradisi yang memperat tali persaudaraan warga maluku khususnya, sehingga dimanapun warga maluku merantau kekerabatan tetap terus dijaga dan dapat menjadi contoh bagi warga daerah lainnya di Indonesia. (AT/NET02)

Jadilah Orang Pertama share:
author