MALUKU DALAM GELOMBANG KETIDAKPASTIAN

OLEH: JULIUS R. LATUMAERISSA

Ambontoday.com – Proses politik dan demokrasi Bangsa ini sudah kita lewati yang ditandai dengan momentum 20 Oktober 2019. Ini menandakan bahwa kita sebagai warga bangsa sudah memasuki era baru untuk meraih mimpi besar yang berkaitan dengan masalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kita harus akui bahwa dunia saat ini telah berubah dengan cepat dan telah memasuki lingkungan baru dengan Volatility(volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity(kerancuan) yang terus meningkat.

Karakteristik permasalahan dan tantangan akan terus berbeda dan berevolusi sepanjang sejarah
peradaban bangsa bahkan dunia. Masa depan akan lebih sulit diprediksi bergerak ke arah mana (unpredictable). Penyebab atau akar masalah dari kebijakan yang akan diambil menjadi tidak jelas (unknown).

Konsekuensinya, arah kebijakan yang dibuat oleh
otoritas menjadi tidak pasti (uncertain) dan masa depan tidak dapat diprediksi. Perubahan terjadi dengan cepat, era baru timbul menggantikan
era lama. Apabila tidak disiasati dengan cepat dan cermat, perubahan tersebut akan bersifat disruptive (unthinkable).

Sebagai daerah yang sedang mengejar ketertinggalan dan keterbelakangan, Maluku dihadapkan dengan kompleksitas permasalahan yang serius. Hal ini membutuhkan kesadaran semua elemen yang ada, atas realitas dan fakta politik ekonomi dan politik pembangunan di Maluku.

Otoritas Negeri 1000 pulau dan 1000 gempa ini dengan semua stake holders yang ada diharapkan mengedepankan masa depan daerah ini dengan generasi yang ada secara serius, terencana dan dapat dijelaskan secara numerik dan rasional.

Untuk mencapai tujuan ini maka gerakan-gerakan elektoral subjektif atas nama Maluku dan Rakyat Maluku harus direduksi dan dihentikan karena hanya merugikan kepentingan Maluku dalam perspektif nasional. Untuk meletakan posisi Maluku dalam skala nasional harus diletakan pada kesadaran dan pemahaman atas dinamika perubahan lingkungan dan peradaban secara nasional, regional dan global

Perdebatan-perdebatan politik interest dan politik identitas baik internal otoritas maupun internal masyarakat dan retorika-retorika elektoral tanpa muatan substansial atas kompleksitas permasalahan Maluku menurut saya hanya mempertontonkan kedangkalan dan kelemahan kita sebagai entitas sosial baik physically, emotionally, dan mentally.

Print Friendly, PDF & Email
error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!