Masyarakat Penambang Diresahkan Oleh Oknum Polisi

Piru, ambontoday,com – Penggebrekan yang terjadi pada Selasa malam (22/8/2017) di Dusun Hulung, Desa Iha, Kec Huamual, Kab SBB yang diduga dilakukan oleh anggota dari Polres Kab SBB dan dipimpin oleh Kasat Serse ini sangat meresahkan warga sekitar.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Iha – Kulur, Arif Samal menyatakan kepada Ambontoday.com bahqa Tindakan yang dilakukan oleh oknum – oknum polisi yang melakukan penggebrekan di Dusun Hulung tidak ada etika dan nilai – nilai sebagai seorang penegak hukum, yang bersifat mengayomi dan membela masyarakat.

“Seakan – akan mereka menganggap kami sebagai teroris atau pengedar narkotika sehingga disergap dengan cara yang tidak wajar. Dan juga masuk untuk melakukan penyergapan tidak ada pemberitahuan berupa lisan maupun tulisan kepada kami selaku pemerintah desa Iha – Kulur baik itu dari pemerintah Daerah, Provinsi maupun pihak kepolisian sendiri. tiba – tiba lansung disergap,” terangnya

Lanjutnya mengakui, dari tindakan yang dilakukan oknum polisi ini sangat berdampak buruk terhadap masyarakat, terutama bagi masyarakat yang sudah lanjut usia, mereka hampir saja kehilangan nyawa akibat panik dengan tindakan tersebut. Sebab terjadi secara tiba – tiba, dimalam hari, mengunakan pakaikan preman dan mengegam senjata sama pistol sehingga masyarakat panik .

“Andai saja ada pemberitahuan sebelumnya kami akan mengantisipasi dan sampaikan untuk masyarakat kami agar mereka tahu dan tidak panik,” tuturnya

Oleh karena itu, dirinya langsung melakukan komunikasi melalui via seluler dengan Kapolres SBB AKPB Agus Setiawan terkait tindakan yang dilakukan oleh anggotanya.

Hal ini langsung direspon oleh Kapolres, yang menyampaikan bahwa ini perintah langsung dari Kapolda untuk melakukan penggerbekan di daerah tersebut.

Selain itu, Lanjut dia mengakui, Negeri Iha sampai Kulur dilakykan penggebrekan untuk menutup tambang sesuai instruksi Presiden Jokowi.

Diakui, sementara ini , 3 orang warga telah ditahan di Polres SBB dari kasus penggebrekan tersebut tanpa ada sepa dua kata yang disampaikan.

“kami sangat diintimindasi sekali oleh pemerintah, kami mohon penjelasan dari pihak terkait agar masyarakat di daerah penambang dapat paham,” harapnya. (AT-015)

Jadilah Orang Pertama share:
author