Media Update, OJK Maluku Share Kredit Konsumtif Menguat

Ambon, Ambontoday.com – Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku menggelar Media Update untuk share Kredit Konsumtif menguat di Provinsi Maluku. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Bambang Hermanto kepada awak media dalam kegiatan Media Update, Kamis (14/11/2017).
Hermanto mengatakan, secara keseluruhan, perbankan di Provinsi Maluku berhasil mencapai hasil kinerja positif melalui penyaluran kredit yang sehat, terlihat dari kualitas kredit posisi september 2017 dengan NPL sebesar 1,38 persen dengan kondisi terhitung masih masih jauh di bawa NPL Nasional sebesar 3,01 persen.
“Langkah perbankan untuk mengejar pencapaian target di kredit pada triwulan empat tahun 2017 ini, akan menjadi salah satu pemicu menguatnya penyaluran kredit,” ungkap Hermanto.
Hermanto mengakui, triwulan empat meruapakan salah satu triwulan bagi masyarakat di Maluku menyongsong natal dan tahun baru. Hal ini sangat berpengaruh pada peningkatan komsumsi masyarakat yang berdampak pada kebutuhan kredit konsumtif yang cukup tinggi. Sementara, perkembangan bulanan kinerja penyaluran kredit memiliki pola yang masih sama dengan bulan sebelumnya, yakni peningkatan pertumbuhan penyaluran kredit di Provinsi Maluku masih didominasi oleh kredit konsumtif yang mencapai 68,28 persen.
Sedangakan, perkembangan di sisi sektor produktif juga semakin menunjukan kontribusi yang terus meningkat sebagaimana terlihat pada perdagangan besar dan eceran yang meningkat sebesar Rp. 225,34 Miliar, sektor penyedian akomodasi dan penyedian makanan dan minuman meningkat sebesar Rp. 35,79 Miliar, sektor industri pengolahan sebesar Rp. 33,39 Miliar, sektor pertanian, perburuan dan kehutanan meningkat sebesar Rp.30,57 Miliar dan sektor perikanan meningkat sebesar Rp.10,35 Miliar.
Lanjut Hermanto menambahkan, posisi penyaluran Kredit UMKM dan KUR September 2017, kredir UMKM meningkat sebesar 7,57 persen (yoy) atau Rp. 200,87 Miliar dari Rp2,65 Triliun menjadi Rp.2,85 Triliun. “Perkembangan ini meningkat signifikan diabndingkan posisi Agustus 2017 yang tercatat sebsar 5,47 persen (yoy),” akuinya.
Berbeda dengan bank-bank pelaksana KUR, tercatat sampai dengan Bulan Oktober 2017 sebanyak 32.917 debitur dan baki debet penyaluran KUR sebesar Rp.507,10 Miliar. Dan jumalh rekening KUR meningkat dibandingkan tahun 2016 yang tercatat sebanyak 23.817 debitur dengan nominal baki debet penyaluran KUR posisi Desember 2016 sebesar Rp.364,43 Milair, meningkat 39,15 persen (ytd) atau sebesar Rp.142,67 Miliar.
“Pertumbuhan KUR yang cukup signifikan tersebut diimbangi dengan kualitas kredit yang terjaga cukup baik dengan rasio NPL sebesar 1,89 dan dinilai lebih baik bila dibandingkan dengan NPL posisi bulan sebelumnya yaitu sebesar 2,42 persen,” jelasnya.
Demikian, Lanjutnya, penggunaan KUR banyak dimanfaatkan oleh pengusaha mikro dan kecil untuk modal kerja usaha yang mencapai 74,08 persen dari total KUR dengan rincian KUR dan modal kerja sebesar Rp.375,66 Miliar dan KUR investasi sebesar Rp.98,49 Miliar dan KUR ritel sebesar Rp. 32,96 Miliar. (AT-009)
Jadilah Orang Pertama share:
author