15 July 2024
Kriminal Politik_Daerah

Menepuk Air di Dulang Terpercik Muka Sendiri, Ini Pengakuan Marcel Pasaanea Soal Keuangan Partai PKP Maluku

Ambontoday.com, Ambon.- Pengurus DPP PKP Maluku dan DPK PKP Kota Ambon menggelar konfrensi pers, Rabu 12 Juli 2023, terkait adanya pemberitaan salah satu media lokal di kota ini yang memuat komentar mantan Ketua DPK PKP Kota Ambon, Marcel Passanea, yang menyatakan bahwa dirinya di pecat dari pengurus dan keangotaan partai terkait proses PAW Anggota Legislativ (Aleg) di DPRD Kota Ambon.

Pernyataan Marcel Pasanea tersebut mendapat tanggapan keras dari Ketua DPP PKP Maluku, Evans Reynold Alfons, Ketua DPK PKP Kota Ambon, Julius Paul dan Sekretaris DPP PKP Maluku, Dessy Pelupessy.

Kepada Wartawan Alfons menegaskan kalau pernyataan Marcel Passanea di media itu samasekali tidak benar, ini fitnah dan pemutar balikan fakta, karena yang sebenarnya pemecatan Passanea adalah terkait pertanggungjawaban keuangan partai PKP yakni anggaran Muspimprov dan Dana Hibah Pemerintah sebesar 251 juta.

“Dalam beberapa berita di media selama ini saya sudah menegaskan kalau Marcel Passanea dipecat terkait pertanggungjawaban dan penggunaan keuangan partai bukan soal PAW anggota legislatif.

Keuangan Muspimprov yang merupakan sumbangan 11 Aleg PKP di seluruh kabupaten/kota di Maluku dimana setiap Aleg menyumbang 15 juta, sementara salah satu Mantan Wakil Bupati dari partai PKP juga turut menyumbang 10 juta sehingga total dana Muspimprov adalah 175 juta.

Sedangkan Bantuan Parpol  tahun 2021 itu sebesar 38 juta dan tahun 2022 juga sebesar 38 juta, berarti totalnya 76 juta. Jadi kalau total keseluruhan keuangan partai berjumlah 251 juta rupiah. Nah uang ini seluruhnya diduga digelapkan secara sengaja oleh Marcel Passanea.” jelas Evans.

Dikatakan, terkait dana Muspimprov sebesar 175 juta, sebelumnya dalam beberapa kesempatan, Alfons sebagai Ketua DPP PKP Maluku pernah menanyakan langsung kepada Passanea yang waktu itu masih menjabat sebagai Ketua DPK PKP Kota Ambon.

Baca Juga  Bahas Masalah Biaya Lapak, Komisi II DPRD Ambon Segera Panggil Disperindag

“Saya pernah memanggil Marcel Passanea dalam beberapa kesempatan saat dirinya masih menjabat Katua DPK PKP Kota Ambon untuk menanyakan secara langsung keberadaan dana Muspimprov. Saat pertama saya tanyakan dirinya menyampaikan kalau anggaran tersebut ada. Uangnya masih ada, tapi beta depositokan di bank dolo biar beta dapat untung sadiki dari bunganya,” kata Alfons menirukan jawaban Marcel waktu itu.

“Kemudian saat ada kebutuhan dana di DPN terkait Muspimnas dan DPN meminta bantu kepada DPP PKP Maluku, saya kembali memanggil Marcel untuk menanyakan apakah uang yang didepositokan itu sudah bisa diambil atau belum untuk membantu kegiatan Muspimnas berdasarkan permintaan Ketua DPN, karena agenda Muspimprov masih belum bisa dilaksanakan. Namun saat itu Marcel menjawab bahwa, Evans uang itu sementara berada di Francis Siahaya, ucap Marcel yang saat itu disaksikan juga oleh Ketua DPK PKP Kabupaten MBD.

Saya kemudian berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Muspimnas dan sampai saya kembali ke Ambon uang itu tidak pernah dikirim Marcel untuk membantu kegiatan Muspimnas. Tiba di Ambon saya lalu memanggil Marcel lagi untuk menanyakan keberadaan uang itu, saat itu Marcel berkata, Evans beta mau jujur for ale ini, uang itu sisa 12 juta setengah.

Selang tiga hari kemudian saya memanggil Marcel lagi dan saya tanya, Marcel ale jujur terkait uang Muspimprov itu masih ada ka seng? saat itu dirinya berkata, Evans beta mau jujur, uang itu sudah habis, beta pake untuk keluarga, itu jawabannya,” ungkap Evans.

Sementara itu, Ketua DPK PKP Kota Ambon yang baru, Julius Paul pada kesempatan yang sama menyampaikan, penyalahgunaan anggaran Muspimprov, sesuai kesepakatan bersama seluruh ketua DPK dan para Aleg PKP se-Maluku dalam rapat pleno tanggal 28 Juni 2023, persoalan dana Muspimprov ini harus dibawah ke ranah hukum.

Baca Juga  Lapor Komnas PAN, Warga Luhu Kecewa Penambang Liar Cinabar Masih Eksis

“Berdasarkan kesepakatan dalam rapat pleno tersebut maka saya sebagai Ketua DPK PKP Kota Ambon yang baru telah menindaklanjuti kesepakatan itu dengan memasukan laporan pengaduan ke Polres Pulau Ambon, dan kita akan terus mengawal proses ini,” kata Paul.

Dikatakannya, memang selama ini tidak ada kegiatan-kegiatan partai PKP di tingkat DPK Kota Ambon, jadi seharusnya uang Muspimprov itu masih ada.

“Selain itu, terkait dana hibah partai dari pemerintah sebesar 76 juta, saya sendiri sudah mengecek langsung rekening DPK PKP kota Ambon ke bank Mandiri, ternyata pihak Bank menyampaikan bahwa rekening DPK kota Ambon sudah ditutup sejak Februari 2023 karena saldonya kosong sejak enam bulan sebelumnya.

Itu berarti sekitar bulan september 2022 rekening yang menyimpan keuangan partai sudah kosong, dan yang bertanggungjawab terhadap hal ini adalah mantan Ketua DPK kota Ambon dan Bendahara partai,” tutur Julius.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DPP PKP Maluku, Desy Pelupessy menyampaikan, soal WA group yang disampaikan kepada seluruh Aleg PKP di Maluku terkait tanggungan masing-masing Aleg membantu DPN sebesar itu benar. Tapi apa urusannya Marcel Passanea mempersoalkan hal itu di Media seperti yang ditulis salah satu media lokal di kota Ambon kemarin.

“Apa urusannya si Marcel dengan uang tanggungan Aleg kepada DPN yang saya sebarkan di dalam WA group, dia kan bukan lagi pengurus partai atau anggota partai PKP, dia itu sudah di pecat harusnya dia tahu diri dan tidak lagi mencampuri urusan partai PKP.

Soal tanggungan setiap Aleg itu adalah keputusan bersama dalam rapat pleno tanggal 28 Juni kemarin, jadi hal itu tidak perlu dipermasalahkan karena semua Aleg yang hadir waktu itu setuju. WA yang saya sebarkan terkait itu sesuai instruksi Ketua DPP PKP Maluku untuk mengingatkan para Aleg, dan sebagai bawahan saya harus patuh dan tunduk pada pimpinan partai.

Baca Juga  Tamak! DDR Habisi Kader-kader Partai Demokrat KKT

 Apa yang disampaikan Marcel di media ini ibarat, menepuk air di dulang terpecik muka sendiri. Makanya, saya juga ingin buka-bukaan soal si Marcel, selain penggelapan keuangan partai, dirinya juga waktu menjabat sebagai Ketua DPK Kota Ambon, pernah meminjam uang sebesar 30 juta dari Isteri Ketua DPP PKP Maluku untuk membayar biaya sewa gedung DPK PKP Kota Ambon, dan sampai saat ini uang itu sepeserpun belum dikembalikan,” tutur Desy.

Menurut Ketua DPP PKP Maluku, Evans Alfons, apa yang dilakukan Marcel Passanea lewat komentar di media ini sangat tidak bertanggungjawab dan terkesan memfitnah dan memutar balikan fakta.

“Ini fitnah dan pemutar balikan fakta yang dilakukan Marcel Passanea. Dirinya sering bilang ke saya, persamaan pepatah, menepuk air di dulang terpercik muka sendiri. itu sama dengan, meludah ke langit ludahnya jatuh ke wajah sendiri.  

Kalau dirinya mau memfitnah saya, maka saya membongkar semua pengakuannya, padahal selama ini saya mengganggap dia itu teman dan mau melindungi dia, tetapi kalau dia mau memfitnah saya ya terpaksa saya bongkar,” ujar Evans.

Spread the love
X