Merasa Piradinya Diserang, Sekda MBD Naik Pitam

Ambon, ambontoday.com – Sekda MBD Drs. A. Siamiloy M.Si marah besar setelah beredar postingan-postingan di dunia maya (dumay) yang menyerang pribadi dan jabatannya selaku sekretaris daerah maluku barat daya. bagaimana tidak, beberapa hari terakhir ini jagad maya dipenuhi dengan postingan seputar persoalan penundaan keberangkatan kapal cantika lestari 99 milik PT. Pelayaran Dharma Indah yang katanya sarat intervensi pemerintah daerah. Beragam tudingan di dalam group orang MBD yakni, gerakan membangun MBD ini ditepis oleh sekretaris daerah kabupaten maluku barat daya Drs. Alfons Siamiloy M.Si saat dilangsungkan kegiatan konferensi pers di ruang kerjanya jumat 7/8 kemarin. Sekda dalam komentarnya menjelaskan, apa yang dilakukan oleh pemda saat ini adalah sebagai bentuk tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat dan dibereackdown dalam regulasi di daerah jadi jangan dilihat dari bupatinya atau sekdanya sebab bupati itu kapasitasnya sebagai ketua umum gugus tugas kab. MBD dan sekda adalah sebagai ketua harian ungkap sekda.

Dijelaskan, yang paling menjadi perhatian serius pemda dan gugus tugas adalah soal keselamatan dari ribuan rakyat MBD yang ada di MBD saat ini. “Memang mereka yang di ambon itu masyarakat kita juga tapi kita tidak pernah menyuruh mereka untuk keluar daerah MBD jadi kalau mereka terjebak di sana karena zona merah maka itu hal wajar dan harus diterima sebab pemerintah daerah atau gugus tugas lebih mementingkan ribuan masyarakat yang ada di MBD ungkap sekda. “Jadi pemerintah lagi berupayah untuk bagaimana mencegah agar jangan MBD ada orang di MBD yang terjangkit virus lagi sebab daerah kita pernah jebol dan sudah kembali hijau sehingga ini harus dijaga betul. kalo sudah ada yang terkena virus nanti ujung-ujungnya pemda dan gugus tugas yang dipersalahkan lagi dan sekarang ini kita kalau membuka facebook itu MBD ramai sekali padahal daerah lain tenang-tenang saja”, ujarnya.
Sekda meyakini penyataan dan komentar sesat yang ada di medsos saat ini tidak edukatif karena berasal dari para mahasiswa yang kuliahnya tidak jelas dan duduknya di warung kopi kemudian mendengar informasi tentang MBD lalu kemudian mulai berasumsi padahal mereka tidak tahu apa duduk persoalannya dan apa yang sebenarnya terjadi. Sekda menantang setiap orang yang selama ini berkoar-koar menyerang pemerintah daerah di medsos untuk datang ke MBD dan berdiskusi dengan pemda soal ini jangan hanya teriak di medsos. ” kalau mau datang ke MBD supaya kita berdebat supaya semua tau posisi mereka itu ada dimana” dia menilai, ini ada kaitannya dengan proses politik dimana bupati sebagai petahana ikut bertarung dalam perhelatan pilkada serentak pada desember 2020 mendatang” tegas sekda.
Siamiloy menegaskan bahwa, Tom Peide dalam buku teori politiknya mengatakan, di dunia ini ada dua tipe manusia yakni, “the man on the wikelick (orang yang bekerja keras untuk kesejahteraan rakyat) dan “the man on the street” (orang yang tinggal di jalanan dan berteriak atau mengkritik kesana kemari) jadi pemda membuat kesalahan sedikit mereka kritik dan teriak di jalan sehingga saya khawatir jangan sampai mereka ini masuk golongan itu. Bagi sekda, poIemik ini membuat pusing karena mereka menyerang secara personal (pribadi) dan termasuk saya. Dia berharap apabila ada yang mau mengkritisi atau memberikan atensi kepada pemerintah daerah maka silahkan datang ke MBD agar bisa duduk bersama dan mencari solusi terhadap persoalan yang ada di daerah ini pungkasnya. (AT/jeger)

author