Miliki Empat Sekolah Tinggi, YPT-RLS Akan Miliki Universitas

Saumlaki, ambontoday.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Saumlaki yang merupakan salah satu dari empat Sekolah Tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki (YPT-RLS) di Kota Saumlaki diresmikan oleh Ketua LLDIKTI XII  Maluku dan Malut Dr. Muhammad Bugis Selasa, (12/10) , jadi cikal-bakal didirikannya sebuah universitas yakni Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA).

Peresmian dan sekaligus pelantikan Jabatan Struktural dalam lingkup Kampus Lelemuku Saumlaki, turut hadiri, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Ruben Moriolkossu, yang didampingi oleh segenap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bupati KKT Petrus Fatlolo, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Moriolkossu, berdirinya STIH yang merupakan salah satu perguruan tinggi baru dari 3 perguran tinggi lainnya yang berada dalam YPT-RLS adalah merupakan salah satu jawaban dari kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang hukum bagi daerah bertajuk Duan Lolat itu. 

Dikatakan demikian karena sekolah tersebut diyakini akan membentuk para insan hukum yang bukan hanya secara teori, tetapi juga terampil dalam segi hukum, yang mana, setiap bidang tentunya akan bersentuhan langsung dengan hukum sehingga pemahaman tentang ilmu hukum sudah menjadi kebutuhan dasar dan penting. Apalagi kedepannya, generasi Tanimbar akan diperhadapkan dengan pembangunan proyek strategis Blok Masela yang sejak saat ini sudah sangat terasa dampaknya bagi masyarakat dan juga pemerintah.

“Saya sadari sungguh bahwa keberadaan YPT-RLS saat ini dengan tiga perguruan tinggi sebelumnya dan hari ini telah ditambahkan lagi satu perguruan tinggi, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Hukum, sejauh ini telah menjadi sebuah instrumen sekaligus solusi untuk paling tidak meminimalisir persoalan kita bersama untuk mencerdaskan anak-anak bangsa dan negara, khususnya di Tanimbar dalam menyambut proyek strategis Blok Masela kedepannya,” ujar Sekda Moriolkossu.

Lanjutkan Sekda, Pemda KKT dan berbagai komponen masyarakat juga turut menyambut baik dan mendukung sepenuhnya pendirian STIH, yang tentunya setiap anak bangsa dapat memperoleh layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu untuk masa depan yang lebih baik. Selain itu, dengan adanya penambahan perguruan tinggi yang ada, hal tersebut juga berarti akan menjadikan masyarakat Tanimbar yang semakin maju, makmur, dan berbahagia di masa yang akan datang.

“Atas nama Pemda KKT, saya ucapkan selamat atas di launchingnya STIH. Semoga sekolah ini mampu menjadi lembaga pendidikan yang terus berkarya dan menghasilkan generasi muda Tanimbar yang cerdas ditengah persiapan untuk menghadapi kompetisi global yang semakin menantang dewasa ini,” ungkap Sekda.

Ucapan terimakasih disampaikan kepada Ketua YPT-RLS, serta semua pihak atas sejarah dedikasi dan kerja keras untuk memperjuangkan kehadiran STIH. Selain itu, Pemda juga sangat mendukung proses yang sementara berlangsung untuk menjadikan Rumpun Lelemuku menjadi sebuah universitas karena menurutnya, dengan bantuan LLDIKTI Wilayah Maluku dan Maluku Utara, maka proses-proses tersebut akan membuahkan hasil untuk kepentingan KKT dan lebih khusus untuk masyarakat.

ditambahkan, dalam rangka untuk mencerdaskan anak-anak Tanimbar, sudah barang tentu Pemda juga memiliki keterbatasan.  Pemda membutuhkan campur tangan seluruh masyarakat Tanimbar dan juga Ketua YPT-RLS maupun ketua-ketua sekolah tinggi untuk membantu Pemda dalam mewujudkan visi dan misi Pemda KKT yakni mewujudkan Tanimbar yang sehat, cerdas, berwibawa, dan mandiri.

Ketua YPT-RLS Polikarpus Lalamafu dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak tahun 2001 YPT-RLS berdiri, memiliki visi membantu pemerintah mencerdaskan anak-anak bangsa. Untuk itu, pihaknya membantu untuk memediasi seluruh kebutuhan di Tanimbar secara khusus dengan pembukaan dan pendirian sekolah tinggi maupun program-program studi yang ada.

Dijelakan, saat ini YPT-RLS telah memiliki empat sekolah tinggi dan sembilan program studi yang terdiri dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dengan memiliki tiga program studi, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) dengan dua program studi, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) dengan tiga program studi, dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) dengan satu program studi yang menurutnya dalam perjalanan untuk pendirian STIH tersebut cukup panjang dan menguras waktu, tenaga, maupun energi yang luar biasa. Cita-cita mulia dari pendiri YPT-RLS, yakni Almarhum Jordan Alexander Luturyali, kemudian dilanjutkan dengan misi untuk menjadikan empat sekolah tinggi yang tergabung dalam satu yayasan tersebut untuk menjadi sebuah universitas.

“Pesan pak Jordan kepada kami sebelum meninggal untuk menjadikan yayasan ini menjadi sebuah Universitas Lelemuku Saumlaki atau yang disebut UNLESA dan berkat dukungan dari semua pihak, maka usulan kami untuk penggabungan empat sekolah tinggi ini menjadi satu Universitas saat ini sudah sampai ke Kemenristek RI, tahapan tersebut telah dilakukan LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Malut sebagai perpanjangan tangan dari Kemenristek RI. Kami bahkan diberikan insentif berupa dana ratusan juta,” ungkap Lalamafu.

Selain itu, sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, Muhammad Bugis yang juga merupakan perpanjangan tangan Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemenristek-RI), mengungkapkan, atas nama Kemenristek dirinya menyerahkan SK bernomor 425/E/O/2021 tentang ijin pendirian STIH Saumlaki yang telah dikeluarkannya ijin penyelenggaraannya oleh Menristek.

“Di Indonesia, dalam tahun 2021 ini kurang lebih ada 43 yayasan yang memiliki beberapa perguruan tinggi, akan dijadikan satu Universitas, termasuk didalamnya adalah YPT-RLS,” pungkas Bugis. (AT/sony)

 

Print Friendly, PDF & Email

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!