Nama Bupati Dipakai Untuk Menang Tender

No comment 485 views


Ambon, Ambontoday.com – Proses tender yang dilakukan pada Pokja Konsultan II ULP Kabupaten Kepulauan Aru disinyalir mendapat interfensi dari pihhak oknum Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Kabupaten Kepullauan Aru dengan memakai nama Bupati.

Dugaan ini terbukti bahwa ada oknum pegawai Dinas PU-PR Aru yang melakukan interfensi terhadap Pokja Konsultan II dengan insial NG yang merupakan kaki tangan dari Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas PU-PR Aru untuk melakukan interfensi terhadap pokja guna memenangkan Konsultan pilihan Edwin Nanlohy, ST PLT Kepala Dinas (Kadis) PU-PR Dobo.

Yang anehnya, dalam proses lelang yang dilakukan pihak ULP Aru yang merupakan paket milik Pokja Konsultan II Kabupaten Aru memenangkan Konssultan yang sudah menjadi arahan dari PLT Kadis PU-PR dengan memakai nama Bupati.

Jika itu merupakkan instruksi dari Bupati maka siapapun bawahannya harus patut terhadap perintah pimpinan dan harus mengekksekusinya.

Ketika persoalan ini ingin dikonfirmasikan kepihak PLT Kadis PU-PR Dobo namun seluruh nomor henponnya dihubung tidak aktif.

Sehingga hal ini dikonfirmasikan fia Henpon seluler milik Ketua Pokja Konsultan II Ibu Imelda Runleuw Kamis (22/6/2017, mengatakkan bahwa “ kami sudah bekerja sesuai dengan aturan dan prosudur yang ada, dan tidak ada interfensi dari siapapun, baik itu dari Dinas PU-PR maupun Bupati, jadi proses pendaftaran terbuka untuk siapa saja sesuai aturan dan ketika seluruh dokumen sudah masuk, maka kami lakukan evaluasi” Kata Runlleuw.

Dikatakan juga bahwa dari hasil evaluasi itu seluruh perusahaan konsultan tidak memenuhi atau tidak lengkap persyaratannya maka dilaakukan pelelangan ulang.

Diwaktu yang sama kepala ULP Agus Meturan melalui henpon gengggamnya mengatakan bahwa, “Sampai saat ini Kami belum mendengar terkait dengan ada interfensi dari pihak Dinas PU-PR terhadap Pokja Konsultan II hingga Pengumuman ditayangkan” Singkatnya.

Sesuai sumber terpercaya ambontoday.com di Dobo mengatakan bahwa ketika dilakukan evaluasi pada pihak Pokja Konsultan II, disitu mulai dilakukan interfensi dari NG mengatasnamakan PLT Kadis PU-PR Aru dengan berdalih bahwa ini merupakan instruksi dari Bupati untuk memenangkan konsultan-konsultan yang sudah merupakan pilihan dari PLT Kadis PU-PR Aru sendiri.

Kondisi ini mengakibatkan banyak konsultan yang mempunyai andil penting guna pembangunan Aru yang lebih baik sesuai dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru menjadi terputus lewat keinginan dan etiket baik mereka guna membangun Aru, melalui pemerintahan Bupati Dr. Djohan Gonga.

Dimintakan kepihak Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru dan Kepolisian agar dapat memeriksa pihak Pokja maupun ULP serta oknum Pegawai Dinas PU-PR kabupaten Aru (NG) yang melakukan interfensi, yang diduga merupakan kaki tangan atau orang percaya PLT Kadis PU-PR Kapulauan Aru. (AT-027)

author