Nono Sampono, Pimpin KKT Petrus Fatlolon tak cukup Satu periode

Saumlaki, ambontoday.com – Petrus Fatlolon, terhitung Bupati ketiga yang memimpin daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) periode 2017 – 2022 kurang lebih empat tahun kepemimpinanan berjalan, banyak program prioritas menunjang visi dan misinya yakni “menjadikan tanimbar yang sehat cerdas dan berwibawa” belum maksimal atau tetealisasi sesuai penjabarannya.

Adapun pernyataan Bupati beberapa waktu lalu yang terlansir di berbagai media, seusai agenda syukuran empat tahun memimpin bersama Wakil Bupati Agustinus Utwali, ia mengakui belum tuntas semua program prioritasnya

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono saat di temui di beringin dua hotel beberapa waktu lalu. Menuturkan, selaku anak pribumi dan anak Duan Lolat sangat mendukung segala perjuangan pimpinan daerah saat ini, hal yang paling menonjol terkait PI 10%. Kendati demikian semua yang dilakukan Petrus Fatlolon demi kepentingan rakyat tanimbar belum maksimal.

“Saya kira untuk mengeksekusi visi dan misi seorang pimpinan Daerah dalam kurun waktu lima tahun belumlah cukup, kita mesti melihat Daerah ini menuju pengoprasian gas abadi Blok Masela, karena saya tahu persis besik pa Fatlolon seperti apa di dunia migas” ujar Nono.

Nono meminta untuk seluruh masyarakat KKT harus sepakat 2 periode Petrus Fatlolon memimpin lagi kenapa? Karena kalau hanya lima tahun tidak cukup menjawab semua keinginan rakyat.

“Saya kira kita mesti seoakat bersama ya, mengingat seorang yang memimpin hanya lima tahun dengan program prioritasnya sesuai visi dan misinya lalu lahirlah pemimpin baru dengan visi dan misi yang berbeda, pasti akan ada keguncangan – keguncangan serta peralihan progres pembangunan di daerah kita yang akan menjadi daerah ternama diinternational, mesti kita lihat kesitu, saya ulang ya, saya tahu persis siapa pa Fatlolon dengan besiknya, sehingga mencabat dua periode saya kira program prioritas terkait visi dan misi pasti terekseksi, itu sudah pasti” papar lelaki berdarah Tanimbar itu.

Lanjutnya. Hal ini mesti diketahui semua pihak, sehingga tidak menjadi polimik yang berlebihan kedepan, masih banyak kader baik yang kita siapkan setelah Bupati memimpin dua periode, sehingga benar-benar niat semua pihak untuk membangun KKT ini mencapai apa yang ingin dicapai kedepan, jika visi dan misi beliau dua periode belum juga diselesaikan, pasti Bupati sudah tahu figur lain yang mampu bergeming bersama semua rakyat untuk membangun Daerah ini, agar kesannya kepemimpinan yang berkesenambungan tetap berjalan di tanimbar.

“Apalagi tanimbar dalam menghadapi blok masela, masalah migas sudah tidak bisa di pungkiri pemimpin kita ini lebih paham dan mengerti soal migas akhirnya perlu diberikan kesempatan demi kemakmuran rakyat” tandasnya.

“Saya berharap, jika kita mencintai daerah yang selalu diharumkan dengan wanginya bunga lelemuku, dengan keakraban yang luar biasa dalam mempertahankan adat isti adat, maka kepentingan pribadi, golongan, kelompok mesti kita nomorkan terakhir, saya meminta agar kita tidak terlalu berpolitisir sesuatu yang berlabiha, kita mesti berpikir positif guna membangun Daerah kita ini, sebagai anak Tanimbar saya mau bilang politik itu suatu jembatan tetapi hidup orang sudara satu topang satu itu yang paling penting, saya rasa begitu ya, semoga kita selalu mengedepankan hidup orang Basudara satu sayang satu, satu topang satu ya, jangan lagi kita hidup seperti kepiting ya, karena nanti anak cucu kita akan lebih meniti kesusahan ulah dari kita Saman sekarang, mari tingkatkan kecintaan kita bagi daerah ini terlebih khusus jaga dan selalu lestarikan hidupnya Duan Lolat” tutup Nono. (AT/Sony)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!