OJK Maluku Gelar Media Gathering, Stabilitas Sektor Keuangan di Maluku Terjaga

Ambon, Ambontoday.com– Membangun silahturahmi antara mitra kerja, Kantor Otoritas Jasa Keuangan di Provinsi Maluku menggelar Media Gathering dengan Tema One OJK Bakti Membangun Negeri dengan mensyukuri HUT OJK RI ke- 9.

Kegiatan Media Gathering ini berlangsung di Maluku Resort, Desa Suli Kabupaten Maluku Tengah, yang dihadiri Oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku, Rony Nazra, dan Pejabat Lingkup Kantor OJK Provinsi Maluku serta 20 jurnalis dari berbagai media di Ambon, (Selasa, 24/11/2020).

Dalam arahannya, Kepala OJK Provinsi Maluku, Rony Nazra mengakui, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan di Provinsi Maluku tetap dalam kondisi terjaga.

Hal ini merupakan kerjasama yang baik antara OJK Provinsi Maluku dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait yang bergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD), Satgas Waspada Investasi (SWI) dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Maluku termasuk kebijakan relaksasi restrukturisasi.

Menurutnya, kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah dikeluarkan OJK sejak Maret 2020 ini juga terbukti bisa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dari tekanan ekonomi akibat dampak pandemi covid -19. sehingga untuk tahapan percepatan pemulihan ekonomi akan diperpanjang sampai Maret 2022 selama setahun terhitung dari Maret 2021 menjadi Maret 2022.

“Sementara stabilitas sektor jasa keuangan terjaga di mana OJK mencatat bahwa berdasarkan data sektor keuangan hingga September 2020 kinerja intermediasi tetap tumbuh positif dan tingkat Prudential juga tetap terjaga pada level yang terkendali,” tambahnya.

Hal ini tercermin dari beberapa parameter keuangan di mana pada sektor perbankan mengalami pertumbuhan volume usaha sebesar 3, 80 persen secara mount to mouth (mtm) yang didukung oleh pertumbuhan DPK sebesar 3,02 persen pada periode yang sama.

“kredit yang disalurkan turut tumbuh sebesar 1,53 persen secara bulan ke bulan (mtm) atau dengan laju yang lebih lambat dari DPK, perbankan masih cukup solid dengan ruang pertumbuhan kredit yang masih tinggi dalam mendukung program pemulihan ekonomi regional,” ucapnya.

Sementara, kondisi industri keuangan non bank mengalami fluktuasi menyikapi dampak covid-19 sepanjang tahun 2020 namun masih terkendali. Perusahaan pembiayaan dengan kinerja pembiayaan yang sedang berkontraksi dalam setahun terakhir meningkat secara bulan ke bulan (mtm) sebesar 13,51 persen yang menunjukkan indikasi rebound (melambung).

“Kinerja dana pensiun sepanjang tahun menunjukkan bahwa pandemi covid -19 tidak terlalu berdampak pada perusahaan dana pensiun di Provinsi Maluku dengan pertumbuhan aset kelolaan sebesar 0,94 persen secara bulan ke bulan (mtm) pinjaman yang disalurkan di Provinsi Maluku oleh perusahaan fintech tumbuh sebesar 27,70 persen secara bulan ke bulan (mtm),” tuturnya.

Selain itu, kondisi pasar modal tidak terpengaruh pandemi covid 19 tercermin pada peningkatan inklusi keuangan, terdapat kenaikan jumlah rekening Single Investor Identification (SID) sebesar 5,98% secara bulan ke bulan (mtm).

“Komposisi kepemilikan investor tumbuh menjadi Rp. 50,24 Milyar atau 2,87% secara bulan ke bulan (mtm). Dimana nilai transaksi pasar saham cukup terpengaruh oleh fluktuasi informasi yang berkembang baik terkait perekonomian dan isu-isu kesehatan. Ditambah dengan nilai transaksi pasar saham mengalami kontraksi sebesar 30,92% persen secara bulan ke bulan (mtm), namun mengalami pertumbuhan secara sebesar 79,35%. (AT-09)