Pake Narkotika, Bos UD. KML Cs Diringkus Polisi

Saumlaki, ambontoday.com – Sat Resnarkoba polres kepulauan Tanimbar berhasil meringkus empat pelaku pemakai narkoba jenis sabu-sabu dan ganja di kediaman mereka masing-masing bersama dengan barang bukti yang ada pada mereka.

Empat ,pelaku tersebut terdiri dari saudara IBKRA, saudara FL, saudara MAH dan Daudari HH dengan berbagai macam jenis obat terlarang tersebut pada pihak mereka masing-masing.

untuk saudara IBKRA memiliki satu klip berisi serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu-sabu beserta alat isap sabu, berupa tiga buah sedotan plastik, satu buah pireks, satu buah penutup botol le mineral, satu buah aluminium foil, satu buah korek api gas berwarna kuning dan semuanya disimpan pada rokok Marlboro filter black, ada juga ditemukan satu bungkus kertas HVS putih yang di dalamnya berisi daun kering yang diduga narkotika jenis ganja yang disimpan dalam kantung celana yang di digantung di belakang pintu kamar pelaku.

untuk berlaku itu bersaudara FL dan MHA ketika dilakukan penahanan oleh satresnarkoba polres kepulauan Tanimbar terdapat satu buah kantong plastik hitam dan merah yang didalamnya terdapat daun kering yang diduga juga adalah narkoba jenis ganja.

ketika Sat Resnarkoba kepulauan Tanimbar melakukan pengembangan terhadap tiga pelaku pemakai narkotika itu terdapat salah satu wanita dengan berinisial MAH yang juga turut terlibat dalam memakai narkotika jenis sabu-sabu dan juga ganja, ketika empat pelaku tersebut di tes urine ternyata positif pemakai narkotika jenis sabu-sabu dan ganja.

Kapolres AKBP Romy Agusriansyah, dalam keterangan pers katakan dari hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku pemakai narkotika tersebut ternyata saudara IBKRA adalah salah satu karyawan UD. Kirana Mina Laut (KML) Cabang Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), sedangkan saudara FL sebagai karyawan Boni Tamer, saudara MAH adalah direktur UD. KML Kabang KKT dan saudari MAH merupakan seorang ibu rumah tangga.

ketiga terduga pemakai maupun pemilik narkotika berupa sabu-sabu dan ganja dijerat pasal 111 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2019 tentang narkotika dengan ancaman kurungan minimal 4 tahun penjara paling lama 12 tahun penjara dengan denda paling sedikit 800 juta dan paling banyak 8 miliar rupiah.

untuk terduga MAH yang hanya cuman pemakai yang berstatus ibu rumah tangga tersebut diancam dengan undang-undang nomor 35 tahun 2009 pasal 127 huruf (a) tentang narkotika di mana bisa dipidanakan penjara selama 4 tahun atau juga ketika dilakukan asesmen untuk direhab sesuai perkaban nomor 11 tahun 2014.

kasad sat Resnarkoba polres kepulauan Tanimbar Iptu Blasus Laretmase, SH menambahkan bahwa dalam kasus ini sementara dilakukan pengembangan juga mengingat barang milik tempat terduga tersebut dalam bentuk banyak ganja sehingga diduga bukan saja 4 orang tetapi masih lagi dilakukan pengembangan untuk dugaan pelaku-pelaku yang lain. (AT/tim)

Print Friendly, PDF & Email
error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!