Paripurna DPRD KKT, Wartawan Diusir Keluar Ruang Paripurna

Saumlaki, ambontoday.com – Rapat Umum Paripurna DPRD KKT bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dalam rangka mendengar rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Pemda KKT tahun anggaran 2020.

Alasan paling klise dari para wakil rakyat ini adalah karena sebagian awak media meliput agenda dimaksud hanya menggunakan kaos oblong. Larangan tersebut tidak sebanding dengan gaya berbusana para wakil rakyat maupun pimpinan OPD yang juga turut diundang hadir dalam acara tersebut dengan bercelana Jins.

Pada akhir-akhir paripurna wartawan diminta keluar dari ruang paripurna oleh seluruh anggota DPRD yang berdasi, lewat Kasubag Protokoler DPRD Au Feninlambir.

“Pa maaf dari media mana, bapa diminta keluar oleh bapa ibu dewan karena memakai baju kos” kata Feninlambir.

Kebebasan pers yang diatur dalam UU 40 tahun 1999 semakin dikeberi atau ketidak pahaman dari para anggota DPRD KKT yang terhormat.

Ada apa dengan para anggota DPRD KKT, apakah takut dipublikasi rekomendasi yang dikeluarkan untuk Pemda KKT atau para anggota DPRD melalui Kabag protokoler tidak paham kerja jurnalis.

Ketua PWI KKT Jefry Ranglalin ketika dihubungi ambongoday.com Rabu, (9/6) katakan, tindakan yang dilakukan oleh bapak ibu Anggota DPRD sangat keliru dan tidak paham terkait kinerja wartawan.

“Saya kira mereka tidak paham atau bagi mana ya, terkait kerja wartawan, jika ingin paripurna itu dihadiri wartawan dengan berpakain rapi atau bergemeja harus disampaiakn biar ada kerja sama, komonikasih itu penting” kata Ranglalin.

“Saya harap anggota DPRD atau pihak Sekwan untuk saling berkoordinasi dan komonikasih itu penting, jangan terlalu interfenai kinirja para wartawan, karena tanpa kami wartawan daerah ini tidak dikenal dunia” harap Ranglalin. (AT/lamta)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!