17 July 2024
Birokrasi dan Pemerintahan Ekonomi Kota Ambon

Pegadaian – OJK Kolaborasi Bangun Pemahaman Perempuan Dalam Merdeka Finansial

AMBON, Ambontoday.com- PT Pegadaian Area Ambon bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku berkolaborasi menggelar kegiatan Literasi keuangan dengan tema “Merdeka Finansial” yang berlangsung di Kantor OJK Maluku, Kamis (8/6/2023).

Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Ambon, Rusydi Tanjung mengatakan, selain OJK, Pihaknya juga menggandeng Kemenag Kota Ambon untuk memperkenalkan program Arrum Haji.

“Peserta yang kami undang 20 orang dari instansi terkait, serta perempuan-perempuan dari pengajian di Kota Ambon,” katanya.

Dirinya menjelaskan, pemahaman keuangan sangat rendah termasuk di Kota Ambon, maka lewat kegiatan ini kita dapat mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan inklusi keuangan secara baik dan benar, contoh lebih jeli melihat investasi dan pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK.

“Ini lebih ditujukan kepada masyarakat khususnya perempuan karena mereka merupakan orang yang mengatur keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, mereka lebih tahu memerdekakan finansial di era ini,” tandasnya.

Sementara itu, dalam Sambutan Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Roni Nazra yang dibacakan oleh M. Putiruhu mengakui,
dalam kerangka Strategi Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2021 – 2025,
pilar program strategis untuk menciptakan masyarakat cakap keuangan, sikap
dan perilaku keuangan yang bijak dan akses keuangan, adalah dengan
memperkuat literasi keuangan syariah, memperkuat strategi edukasi melalui
pemuka agama, dan mendorong akselerasi produk inklusi keuangan syariah.

“Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar, Indonesia sangat
berpotensi untuk menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” ucapnya.

Untuk itu, OJK juga telah mengukur indeks literasi dan inklusi keuangan syariah untuk
pertama kalinya pada tahun 2016, kemudian dilaksanakan kembali pada
tahun 2019. “Dari hasil survei tahun 2019 menunjukan persentase literasi
nasional keuangan syariah sebesar 8,93% dari sebelumnya 8,1%, dan tingkat
inklusi keuangan sebesar 9,1%, ucapnya.

Baca Juga  Gubernur Maluku Lantik Timotius Akerina Sebagai Bupati SBB 

Hal ini berarti, dari setiap 100 penduduk di
Indonesia hanya terdapat 8 orang yang memiliki pengetahuan mengenai
industri jasa keuangan syariah.

“Di Provinsi Maluku tingkat literasi keuangan syariah sebesar 5,25% dan tingkat inklusi keuangan sebesar 3,41%, persentase dimaksud berada dibawah rata-rata nasional,” jelasnya.

Dijelaskan, Secara spesifik, pengetahuan masyarakat terkait produk dan layanan jasa
keuangan syariah masih relatif rendah. Berdasarkan data tahun 2019 yang
dihimpun oleh OJK, secara rata-rata, pemahaman terkait manfaat merupakan
yang tertinggi yaitu 52,44% diikuti pengetahuan terkait fitur produk/layanan
jasa keuangan syariah 44,86%, serta hak dan kewajiban sebesar 35,84% dan
35,66%.

Selanjutnya, pengetahuan terkait risiko dalam menggunakan
produk/layanan jasa keuangan sebesar 35,42%, biaya dan cara memperoleh
sebesar 30,48% dan 25,96%. Adapun pengetahuan terkait denda pada produk/
layanan jasa keuangan syariah merupakan yang terkecil yaitu sebesar 19,86%.
Untuk itu maka diperlukan upaya dan strategi yang berbeda untuk
meningkatkan literasi keuangan syariah.

“Data Kementerian Agama Provinsi Maluku tahun 2021 menunjukan masyarakat muslim di Provinsi Maluku adalah mayoritas dengan persentase 53,04%, sehingga
terdapat potensi besar upaya peningkatan literasi keuangan syariah, guna
menciptakan masyarakat muslim melek finansial,” tambahnya.

Maka dengan itu, OJK juga telah melakukan berbagai penguatan literasi keuangan syariah, mulai dari peningkatan frekuensi edukasi keuangan syariah, Training of
Trainers baik secara offline maupun online, dengan proporsi edukasi syariah
dalam dua tahun terakhir mengalami kenaikan 3 kali lipat dan sejak tahun
2020, proporsi edukasi keuangan syariah minimal 30% dari total kegiatan
edukasi keuangan.

“Kami mengapresiasi inisiatif PT. Pegadaian Area Ambon untuk melaksanakan kegiatan ini, yang dapat menciptakan
masyarakat yang cakap keuangan syariah, membentuk sikap dan perilaku
keuangan masyarakat yang bijak, dan meningkatkan akselerasi produk inklusi keuangan syariah,” tandasnya. (AT-009).

Spread the love
X