Ambon, ambontoday.com – Menindaklanjuti hasil kunjungan tim Reskrimsus Polda Maluku ke Polres Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam rangka memberikan asistensi, pendampingan kepada Polres, supaya dapatkan titik terang terhadap kesalahan pengetikan staf keuangan yang tertuang jelas dalam dokumen sah negara milik BPK RI, akhirnya miliki titik terang.

Dari kunjungan tersebut dan gencarnya pemeriksan secara maraton oleh penyidik Reserse Polres setempat, akhirnya membuahkan hasil. Dimana dalam pekan ini, institusi kepolisian setempat akan menetapkan para tersangka terhadap masalah ini.

Kanit I Subdit Tipikor Reskrimsus Polda Maluku Kompol Laurens Werluka, SH. M.H, yang ditemui ambontoday.com diruang kerjanya, mengungkapkan kalau pihaknya telah melakukan pendampingan kepada Polres. Poin-poin-nya juga sudah disampaikan kepada Polres untuk ditindaklanjuti. Dengan demikian, dalam sehari dua ini, sudah bisa ada penetapan tersangka khusus masalah Rp9,3 milyar ini.

“Biar masyarakat tidak menilai bahwa kami Polisi diam terhadap persoalan dana covid-19 tahun 2020 milik Pemda, yang mencantumkan nama Polres MTB sebagai penerima anggaran Rp9,3 milyar tersebut,” ujarnya.

Werluka, menegaskan kalau tidak ada hal yang harus ditutupi pihaknya menyangkut masalah tindak pidana korupsi. Menurutnya, hukum adalah pangilma artinya bahwa implementasi penegakan hukum sejatinya tetap berjalan secara objektif, profesional, proposional, serta tidak tebang pilih. Penanganan sebuah perkara wajib selaras dengan koridor hukum dan tidak boleh dipolitisasi.

“Yang tanda tangan ya harus bertangungjawab,” ujarnya.

Atas kesalahan pengetikan dan pengimputan laporan keuangan Pemda pada anggaran covid-19 tahun 2020 ke Polres Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB/KKT) senilai Rp9,3 milyar. Yang tertera pada dokumen laporan hasil pertangungjawaban (LHP) BPK RI Perwakilan Maluku, telah menjadi tanda tanya besar bagi publik di Bumi Duan Lolat tersebut.

Namun persoalan salah input dan ketik tersebut tak lantas selesai sampai tahap permintaan maaf. Nama baik Kepolisian Negara, khususnya Polres KKT terlanjur tercoreng dimata publik. Alhasil, guna mengungkap kebenaran terkait masalah ini, Polres melalui tim penyidiknya pada Satuan Reserse Kriminal secara gencar melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. (AT/tim)

Print Friendly, PDF & Email