Pembangunan Bermacam Monumen, Kesehatan Di KKT Terabaikan

Tutukembong-KKT, ambontoday.com – Guna mencapai Visis dan Misis Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon dan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar Agustinus Utwali, masyarakat yang sehat dan cerdas kini mulai terabaikan katika fokus pembangunan pada beberapa monumen yang dibangun dikota Saumlaki.

Hal ini mulai menguak ketika Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) melakukan Reses Masa Sidang III Tahun 2020 diseluruh Kecamatan.

Sekretaris Komisi B Erens Feninlambir ketika melakukan tatap muka bersama masyarakat didesa Tutukembong Sabtu, (17/10/2020) disetiap unit dari sepuluh unit, sempat membuka – bukaan terkait bobroknya penenganan kesehatan di KKT, dimana Pemerintah Daerah (Pemda) KKT dalam hal ini Rumah Sakit (RS) Margerety memiliki sejumlah hutang diseluruh suplayer obat – obatan di Indonesia.

“Pelayanan kesehatan di KKT kini mulai terpuruk dan sangat memprihatinkan, mengingat hutang yang begitu banyak disuplayer obat – obatan di Indonesia membuat pasokan obat di RS Margarety dan seluruh Puskesmas mulai habis, namun Pemda tidak melihat persoalan ini, Pemda tetap konsen dengan pembangunan monumen yang tidak pro kepada rakyat atau menjawab visi dan misi besar Pemerintahan saat ini” ungkap Feninlambir.

Dikatakan, sebagai anggota DPRD KKT yang kini ditugaskan di Komisis B membidangi Kesehatan dan pendidikan, dirinya akan tetap menyuarakan terkait dengan kepentingan masyarakat terkait dengan kesehatan maupun pendidikan, dimana persoalan hutang dan juga penghapusan 10.002 pemegang kartu KIS sangat tidak rasional dan membebani masyarakat dikemudian hari.

“Pada prinsipnya, saya dan seluruh rekan – rekan dikomisi B akan tetap menyuaraka kepentingan rakyat hingga terpenuhi, mengingat masyarakat di KKT harus sehat, sehingga pasokan obat – obatan akan tetap tersedia, apa lagi ditambah dengan penghapusan atau penonaktifan 10.002 pemegang KIS dengan alasan keuangan daerah menipis, ini alasan – alsan yang sangat tidak rasional dan akan membebani rakyat terus dengan kebijakan Pemda yang sangat tidak pro rakyat” tegas anggota DPRD asal partai PAN ini.

Dirinya berjanji, akan tetap berjuang selama masih menjabat sebagai anggota DPRD KKT, agar 10.002 KIS yang dihapus atau dinonaktifkan ini, harus diaktifkan kembali, serta seluruh hutang obat – obatan diseluruh suplaer harus dilunasi sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik, disitulah terwujutnya visi misi Bupati dan Wakil Bupati dapat terealisasi sesuai dengan janji politik yang sudah disampaikan kepada masyarakat.

“Harapan dan keinginan kami dilegislatif adalah, visi misi Pemda dapat terwujud seluruh janji – janji politiknya kepada masyarakat” harap Lelaki kelahiran desa Tutukembong ini. (AT/ulen)

author