Pemkot Ambon Canangkan BBGRM Ke-XIV

Ambon, Ambontoday.com – Pemerintah Kota Ambon mencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke-14 tahun 2017, yang dilaksanakan di Tapal Kuda, Kelurahan Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Kamis (21/12/2017).

Adapun peserta BBGRM XIV Kota Ambon tahun 2017 terdiri dari Walikota Ambon yang diwakili oleh Asisten I Pemerintahan Kota Ambon, Pimpinan DPRD Kota Ambon, Forkompinda Kota Ambon, SKPD Kota Ambon dan Ketua Tim Penggerak PKK serta Pengurus Kelurahan se-Kota Ambon.

Sambutan Walikota Ambon yang dibacakan oleh Asisten I Pemerintah Kota Ambon, Angganoto Ura mengatakan, BBGRM ke-XIV Tahun 2017 merupakan pertemuan yang sangat penting antara Pemerintah Kota Ambon dengan desa kelurahan dalam rangka melaksanakan evaluasi perkembangan di masa lalu dan sekarang serta pentingnya mempertahankan dan mengembangkan  budaya gotong royong sebagai budaya bangsa.

“Sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2016 Pasal 4 (D) tentang  pengaturan Desa/Kelurahan bertujuan mendorong adanya prakarsa, gerakan dan partisipasi masyarakat desa/kelurahan untuk pengembangan potensi dan aset desa/kelurahan guna kesejahteraan bersama,” katanya.

Dia menjelaskan, tugas pemerintahan desa/kelurahan untuk menyelenggarakan pemerintahan yang disertai dengan hak, wewenang dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah dan kepentingan masyarakat berdasarkan hak-hak asal usul. Selain itu, Pemerintah daerah dan pemerintah Kota dalam melaksanakan urusan pemerintah yang menjadi kewenangannya dan untuk memberikan pelayanan serta pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan dengan menggunakan sumber-sumber daya desa/kelurahan yang ada secara inovatif dengan mengembangkan budaya gotong royong. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan desa/kelurahan yang diwujudkan dengan efektivitas penyelenggaraan dan kwalitas tata kelola pemerintah desa/kelurahan.

Diakuinya, BBGRM bertujuan untuk mempercepat proses keseimbangan pembangunan antara perkotaan dan perdesaan. “Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari seluruh komponen masyarakat sehingga program BBGRM ini benar-benar merupakan program pembangunan yang berasal dari rakyat dan untuk rakyat,” tuturnya.

Dia berharap, pencanangan ini sangat bermanfaat bagi kepentingan hidup banyak orang. “Kita ketahui secara bersama bahwa  gotong royong merupakan ciri khas budaya bangsa Indonesia sejak dahulu, namun sekarang nilai budaya sudah mulai terkikis  dengan perkembangan pengaruh budaya luar yang meramban masuk di daerah ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kedepan  akan diupayakan hal – hal yang dapat mendorong Pemerintah Desa/Kelurahan agar lebih berinovatif dan sinergi antara pemerintah Kota dan Desa/Kelurahan dalam mengembangkan inovasi dan budaya gotong royong.

“Peringatan BBGRM mengingatkan bahwa inovasi dan gotong royong menjadi kunci keberhasilan di era sekarang ini yang semakin komplex dan global serta  berdaya saing tinggi,” tutupnya.

Jadilah Orang Pertama share:
author