Pendataan Resahkan Warga OSM, Kepala Asrama, Babinsa dan Anggota Kodam XVI Pattimura Terkesan Malarikan Diri Dari Wartawan

Ambontoday.com, Ambon.- Untuk kali kedua dalam Bulan oktober tahun 2020, Pihak Kodam XVI Pattimura menurunkan sejumlah anggota TNI di seputaran kawasan asrama OSM pada Jumat 9 Oktober 2020, kemarin tanggal 12 Oktober 2020 sejumlah anggota TNI didampingi beberapa anggota POM kembali turun ke lokasi yang sama.

Keberadaan anggota TNI dari Kodam XVI Pattimura ini tentu membuat resah warga yang bermukim di seputaran kawasan tersebut, bahkan warga bingung dan bertanya apa maksud kegiatan yang dilakukan oleh anggota TNI berseragam lengkap di kawasan itu.

Kepada wartawan di kediamannya Senin 12 Oktober 2020, Ketua RT.03/RW.006, Ruben Rakay yang juga adalah pensiunan TNI menyampaikan, sebagai Ketua RT, dirinya sudah ditemui oleh anggota TNI dan Kepala Asrama soal maksud dan tujuan kedatangan anggota TNI di kawasan itu.

“Iya mereka sudah menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka kepada saya sebagai Ketua RT. Maksud dan tujuan kedatangan mereka kemari hanya untuk melakukan pendataan guna mengantisipasi musibah seperti banjir ataupun kebakaran tidak lebih dari itu,” jelas Ruben.

Informasi yang diperoleh wartawan di lapangan, keresahan warga di kawasan itu muncul karena menurut kabar yang berkembang di masyarakat bahwa maksud dan tujuan kehadiran anggota TNI dari Kodam XVI Pattimura melakukan pendataan rumah warga untuk nantinya akan dibongkar.

Sementara itu, usai melakukan kegiatan pendataan, sejumlah anggota TNI dari Bagian Denma Kodam XVI didampingi beberapa anggota POM, bersama Kepala Asrama serta Babinsa yang sedang duduk beristirahat sambil mencicipi Kacang dan Air Mineral di depan kediaman Kepala Asrama langsung bubar seketika ketika para wartawan datang hendak melakukan konfirmasi.

Bahhkan suasana santai yang terpancar diwajah mereka saat sedang bersantai usai melakukan kegiatan pendataan seketika berubah dan bubar  meninggalkan sejumlah wartawan yang hendak melakukan konfirmasi. Bahkan Kepala Asrama yang diminta waktu sebentar untuk dikonfirmasi wartawan bergegas pergi dengan alasan ada panggilan mendadak.

Menanggapi sikap anggota TNI dari Kodam XVI Pattimura tersebut, Stella Reawaruw kepada wartawan menyampaikan, sikap anggota TNI dari Kodam XVI Pattimura yang pergi meninggalkan wartawan tanpa sempat dikonfirmasi adalah sikap kurang etis.

Kalau memang mereka diperintahkan untuk melakukan pendataan di kawasan OSM semestinya para petinggi Kodam XVI Pattimura sudah harus tahu status tanah di kawasan ini seperti apa, karena sudah ada dalam putusan Pengadilan  54 dan 42 yang statusnya mengikat di OSM.

Dirinya menjelaskan, yang bermukim di kawasan OSM ini bukan hanya anggota TNI saja melainkan ada pensiunan TNI, PNS dan warga sipil biasa yang totalnya berjumlah 142 Kepala Keluarga.

Dikatakan, kalau hari Jumat tanggal 9 kemarin anggota TNI dari Kodam XVI Pattimura datang katanya mau melakukan pendataan dan sosialisasi terkait masalah banjir dan kebakaran, hal ini sangat lucu karena semenjak bermukim di kawasan ini sudah puluhan tahun belum pernah ada musibah banjir ataupun kebakaran di kawasan itu, jelas Reawaruw.

Sementara itu, Letkol Faud, Wadan Denma Kodam XVI Pattimura yang dikonfirmasi wartawan melalui telephone seluler menyampaikan kalau yang bisa menjelaskan tentang maksud dan tujuan kegiatan ini adalah Panglima TNI atau Pangdam XVI Pattimura, sehingga wartawan diarahkan untuk menkonfirmasi langsung ke Kapendam, Kodam XVI Pattimura.

Wartawan kemudian menuju Makodam XVI Pattimura, sebelum tiba di Makodam XVI Pattimura, wartawan juga sudah mencoba menkonfirmasi langsung Kapendam Kodam XVI Pattimura, Letkol. S, Nuhuyanan melalui telephone seluler namun tidak dijawab.

Tiba di depan Pos penjagaan Makodam XVI Pattimura, disuruh kembali saja oleh petugas piket atas perintah Wadan Denma, Latkol Faud, nanti baru dihubungi lagi. AT008

author