Ambon, ambontoday,com – untuk memberikan pemahaman masyarakat pengusaha dan mahasiswa tentang pentingnya investasi dalam pengelolaan dan pengembangan usaha, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Ambon menggelar Sosialisasi Sadar Investasi bagi 500 orang peserta yang diselenggarakan selama dua hari mulai 27-28 Juli 2017 di Lantai II Maluku City Mall, Kamis (27/7/2017).

“500 orang peserta terdiri dari Masyarakat di lima kecamatan di Kota Ambon, mahasiswa dari 4 perguruan tinggi di Kota Ambon yakni 125 orang dari Kecamatan Sirimau, 100 orang dari Kecamatan Nusaniwe, 100 orang dari Kecamatan Baguala, 100 orang dari Kecamatan Teluk Ambon, 75 orang dari Kecamatan Leitimur Selatan,” Kata Kepala Bidang Data dan Pengendalian, Dody Rettop pada DPM PTSP Kota Ambon

Sambutan Sekertaris Kota Ambon, A.G. Latuheru yang diwakili oleh Asisten III Kota Ambon, Romeo Soplanit mengatakan, sebagai ibukota Provinsi Maluku, Kota Ambon merupakan pusat aktivitas ekonomi dan bisnis sangat relevan dengan kegiatan pengelolaan dan pengembangan usaha di sektor jasa dan perdagangan.

“Sebagai salah satu Kota Musik dengan adanya pengelolaan restauran, rumah makan, cafe sekarang ini untuk menarik konsumen yang dilengkapi dengan live musik, maka secara tidak langsung pengusaha tersebut telah mendukung program dari pemerintah Kota Ambon,” akuinya.

Menurutnya, sasaran sadar investasi kepada masyarakat pengusaha menjadi wirausaha yang sukses dengan efesiensi dan efektivitas investasi secara berkelanjutan.

Lanjutnya mengakui, dengan adanya materi yang hendak disampaiakan oleh Nara sumber hendaknya merubah seseorang pengusaha menjadi lebih sukses harus memiliki ide dan visi yang jelas .

“Dengan ide dan visi yang dimiliki maka seorang pengusaha mampu menghadapi resiko yang dibarengi dengan membuat perencanaan usaha, mengkoordinasikan dan mengimplementasikannya,” paparnya.

Lebih Lanjut, Ia tambahkan bahwa bagi para mahasiswa jangan selalu berharap untuk bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Karena belum tentu sebagai mahasiswa yang lulus dalam studinya langsung mendapatkan pekerjaan sebagai PNS,” cetusnya.

Diakui, terbukti bahwa sekarang ini banyak lulusan sarjana si Kota Ambon menjadi pengangguran. Hal ini mengakibatkan tingkat penangguran semakin naik dari tahun ke tahun.

“Tidak semua lulusan langsung bisa diterima oleh pemerintah untuk bekerja karena pemerintah sendiri belum mampu menangani serta mempekerjakan pengangguran secara menyeluruh,” tandasnya. (AT-009)

Print Friendly, PDF & Email