Penyakit TBC Perlu Dikenali Bukan Ditakuti

1. Apakah tanda-tanda bahwa seseorang terkena penyakit TBC?

Tanda-tanda orang yang dicurigai terkena penyakit TBC yaitu secara umum dapat dilihat dari gejalanya terlebih dahulu yaitu, demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Penurunan nafsu makan dan berat badan. Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah). Perasaan tidak enak (malaise), lemah. Dan untuk memberikan kepastian maka orang tersebut harus diperiksa lebih lanjut, jadi tidak selalu bahwa orang batuk-batuk lama pasti menderita TBC, harus dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium dan foto rontgen.

Apakah setiap orang yang mengalami batuk berdarah berarti menderita TBC?

Belum tentu, karena batuk berdarah dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab, bisa karena penyakit paru-paru lainnya, karena adanya perdarahan di daerah hidung bagian belakang yang tertelan dan pada saat batuk keluar dari mulut atau karena anak batuk terlalu keras sehingga menyebabkan lukanya saluran nafas sehingga mengeluarkan darah.

TBC menular melalui media apa saja? Dan rata-rata berapa lama gejala timbul setelah orang terpapar kuman TBC?

Pada umumnya adalah melalui percikan dahak penderita yang keluar saat batuk (beberapa ahli mengatakan bahwa air ludah juga bisa menjadi media perantara), bisa juga melalui debu, alat makan/minum yang mengandung kuman TBC. Kuman yang masuk dalam tubuh akan berkembangbiak, lamanya dari terkumpulnya kuman sampai timbulnya gejala penyakit dapat berbulan-bulan sampai tahunan.

Apakah kena udara pagi terus menerus dan merokok dapat menyebabkan TBC?

Kena udara pagi terus menerus tidak terlalu bermasalah dalam hal penularan TBC, sedangkan merokok dapat menurunkan daya tahan dari paru-paru, sehingga relatif akan mempermudah terkena TBC.

Apakah penyakit TBC itu diwariskan secara genetik?

Penyakit TBC tidak diwariskan secara genetik, karena penyakit TBC bukanlah penyakit turunan. Hanya karena penularannya adalah melalui percikan dahak yang mengandung kuman TBC, maka orang yang hidup dekat dengan penderita TBC dapat tertular.

Mengapa pengobatan TBC memerlukan waktu yang lama?

Karena bakteri TBC dapat hidup berbulan-bulan walaupun sudah terkena antibiotika (bakteri TBC memiliki daya tahan yang kuat), sehingga pengobatan TBC memerlukan waktu antara 6 sampai 9 bulan. Walaupun gejala penyakit TBC sudah hilang, pengobatan tetap harus dilakukan sampai tuntas, karena bakteri TBC sebenarnya masih berada dalam keadaan aktif dan siap membentuk resistensi terhadap obat. Kombinasi beberapa obat TBC diperlukan karena untuk menghadapi kuman TBC yang berada dalam berbagai stadium dan fase pertumbuhan yang cepat.

Bagaimana bila penderita TBC tidak mengkonsumsi obat secara teratur?

Hal ini akan menyebabkan tidak tuntasnya penyembuhan, sehingga dikhawatirkan akan timbul resistensi bakteri TBC terhadap antibiotika sehingga pengobatan akan semakin sulit dan mahal.

Bisakah penyakit TBC disembuhkan secara tuntas? Bagaimana caranya?

Penyakit TBC bisa disembuhkan secara tuntas apabila penderita mengikuti anjuran tenaga kesehatan untuk minum obat secara teratur dan rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan, serta mengkonsumsi makanan yang bergizi cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Apakah orang yang telah sembuh dari penyakit TBC dapat terjangkit kembali?

Dapat, karena setelah sembuh dari penyakit TBC tidak ada kekebalan seumur hidup. Jadi bila telah sembuh dari penyakit TBC kemudian tertular kembali oleh kuman TBC, maka orang tersebut dapat terjangkit kembali.

Apakah flek kecil di paru-paru pada anak balita sudah dapat dikatakan TBC?

Flek kecil di paru-paru balita pada umumnya memang disebabkan oleh TBC. Oleh karena itu perlu diteliti apakah ada gejala-gejala klinis penyakit TBC atau tidak. Bila tidak ada berarti pernah tertular penyakit TBC tapi karena daya tahan tubuhnya tinggi sehingga tidak bergejala. Atau saat ini anak tersebut sudah sembuh dari penyakit TBC dan hanya meninggalkan bekasnya saja di paru-paru.

Mungkinkah terkena penyakit TBC bila kita hidup di lingkungan yang bersih?

Kemungkinan kita tertular akan tetap ada, karena kita hidup tidak hanya di lingkungan sekitar rumah kita saja, bisa saja suatu saat kita berada di sekolahan, bioskop, kantor, bus yang belum tentu terbebas dari kuman TBC. Hidup di lingkungan yang bersih memang akan memperkecil risiko terjangkit TBC.

Bagaimana efek terhadap janin bila ibu hamil sedang mengidap penyakit TBC?

Biasanya keadaan gizi penderita TBC kurang baik, sehingga hal ini dapat mempengaruhi perkembangan bagi janin dalam kandungan. Ibu hamil tetap harus diberikan terapi dengan obat TBC dengan dosis efektif terendah. Obat TBC yang diminum oleh ibu dapat melewati plasenta dan masuk ke janin dan berdasarkan beberapa kepustakaan disebutkan tidak memberikan efek yang terlampau berbahaya, akan tetapi pemantauan ketat pada perkembangan janin harus tetap dilakukan. Setelah bayi dilahirkan dapat dipisahkan terlebih dahulu dari ibu selama TBC masih aktif.

Bagaimana sikap kita bila di rumah terdapat anggota keluarga yang menderita penyakit TBC?

Bawa pasien ke dokter untuk mendapatkan pengobatan secara teratur, awasi minum obat secara ketat dan beri makanan bergizi. Sirkulasi udara dan sinar matahari di rumah harus baik. Hindarkan kontak dengan percikan batuk penderita, jangan menggunakan alat-alat makan/minum/mandi bersamaan.

Pola hidup bagaimana yang harus kita miliki agar terhindar dari penyakit TBC?

Pola hidup sehat adalah kuncinya, karena kita tidak tahu kapan kita bisa terpapar dengan kuman TBC. Dengan pola hidup sehat maka daya tahan tubuh kita diharapkan cukup untuk memberikan perlindungan, sehingga walaupun kita terpapar dengan kuman TBC tidak akan timbul gejala. Pola hidup sehat adalah dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan hidup kita, rumah harus mendapatkan sinar matahari yang cukup (tidak lembab), dll. Selain itu hindari terkena percikan batuk dari penderita TBC.

Apakah TB berbahaya?

TB pada anak umumnya tidak berbahaya, namun dapat memengaruhi pertumbuhan mereka. Pada kasus yang jarang, anak-anak yang berusia di bawah 4 tahun dapat mengembangkan infeksi TB yang menyebar ke seluruh tubuh sehingga membahayakan jiwa. Anak yang lebih besar (usia 13-14 tahun ke atas) bisa mengembangkan infeksi TB dewasa yang merusak paru dan menular ke orang lain.

Apakah imunisasi BCG aman?

Keamanan suatu vaksin telah dipertimbangkan dengan sangat hati-hati oleh Pemerintah dan penyedia layanan kesehatan. Apabila suatu vaksin direkomendasikan untuk diberikan, berarti risiko bahayanya dianggap jauh lebih kecil dibandingkan risiko bahaya apabila vaksin tidak diberikan.

Tidak ada intervensi medis, termasuk vaksin, yang dijamin 100% aman untuk semua orang. Vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin) mengandung strain lemah bakteri TB yang mendorong tubuh anak untuk melawan TB bila terinfeksi dan membangun kekebalan. BCG dapat memiliki efek samping seperti abses (nanah) di tempat suntikan dan pembengkakan kelenjar getah bening, tetapi jarang yang fatal. BCG bisa berbahaya bila diberikan kepada anak dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Setelah imunisasi BCG, apakah anak dijamin aman dari TB?

Tidak ada vaksin yang memberi jaminan 100% perlindungan dari infeksi. BCG diperkirakan 80% efektif untuk melindungi anak dari infeksi selama maksimal 15 tahun. Artinya, 2 dari 10 anak yang diimunisasi BCG akan tetap terkena penyakit bila terinfeksi. Efektivitas BCG menurun di tempat-tempat di mana infeksi TB lebih umum.

Karena tidak ada jaminan bahwa anak yang telah diimunisasi BCG tidak mungkin memiliki TB, sebaiknya anak segera menemui dokter dan mendapatkan didiagnosis sedini mungkin apabila memiliki tanda-tanda infeksi TB.

Hasil ronsen paru negatif, anak saya juga kelihatannya sehat, tapi kenapa dokter memberikan obat TB?

Obat TB yang diberikan dokter untuk kasus tersebut adalah obat pencegahan (profilaksis). Dokter menilai anak Anda terinfeksi TB, tetapi tubuhnya mampu mengatasi sehingga tidak timbul gejala. Kondisi ini disebut TB laten. Anak-anak diberi obat pencegahan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sehingga lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit TB dibandingkan orang dewasa.

Anak saya disarankan dokter untuk tes Mantoux, apakah aman?

Tes Mantoux diberikan melalui injeksi kulit di area terbatas (6-10 mm) pada lengan. Respon di kulit berupa bentol merah (eritema) dan bintik-bintik (indurasi) yang terbentuk dalam 2-3 hari biasanya akan menghilang dalam beberapa hari. Untuk menghindari infeksi, usahakan area itu dijaga kebersihannya dan tidak digaruk. Pada kasus yang sangat jarang, pemberian tes Mantoux dapat memicu respon alergi parah yang disebut anafilaksis.

Apakah tes Mantoux adalah patokan utama?

Tes Mantoux adalah tes yang penting untuk diagnosis TB pada anak, tetapi hasilnya harus ditafsirkan dengan hati-hati. Diagnosis TB tidak hanya dinilai dari hasil tes Mantoux saja, tapi dikaitkan dengan temuan lain dari riwayat kesehatan, risiko kontak dengan penderita TB dewasa, pemeriksaan fisik dan hasil ronsen. Indikasi positif TB lebih kuat bila hasil Mantoux >15mm. Namun, meskipun respon Mantoux hanya >5 mm apabila disertai pembesaran kelenjar limfa (benjolan yang teraba di leher, biasanya bergerombol berdekatan) atau flek yang konsisten pada hasil ronsen maka dapat dinilai positif juga. Sebaliknya, hasil Mantoux >10 mm belum tentu menunjukkan positif apabila hal-ahl lain tidak mendukung. Beberapa orang bereaksi terhadap Mantoux meskipun mereka tidak terinfeksi M. tuberculosis. Penyebab reaksi positif palsu ini antara lain adalah infeksi bakteri non-TB atau vaksinasi BCG sebelumnya.

Tes Mantoux juga bisa negatif palsu (memberi hasil negatif, padahal sebenarnya positif) apabila anak memiliki anergi kulit (ketidakmampuan untuk bereaksi terhadap tes kulit karena sistem kekebalan tubuh yang lemah), infeksi TB baru (periode 8-10 minggu setelah paparan), atau berusia muda (kurang dari enam bulan). Anak-anak yang kurang gizi seringkali memberikan hasil negatif palsu.

Apakah ada obat alernatif/alami untuk TB?

Tidak ada obat untuk TB selain obat primer/lini pertama yaitu INH (Isoniazid), Rifampisin, Pirazinamid, Etambutol dan Streptomisin dan beberapa obat sekunder (lini kedua). Gizi yang baik dan cara hidup sehat membantu pengobatan, namun tidak menggantikannya. Anak Anda perlu mengambil obat yang diresepkan dokter sampai tuntas. Obat anti TB efektif dan aman untuk membunuh semua bakteri TB apabila diambil sesuai petunjuk dokter.

sumber 1 | sumber 2 

Jadilah Orang Pertama share:
author