Ambontoday.com, Ambon.- Ketua DPP Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Maluku, Evans Reynold Alfons yang juga anak adat Negeri Urimeseng Amarima, menyesalkan proses Penulisan Sejarah Negeri Adat Urimesseng Amarima yang dilakukan oleh Tim Penulis Sejarah serta Votting Saniri Negeri untuk menetapkan Mata Rumah Parentah di Urimesseng hanya satu yakni Marga Tisera.
Menurut Evans, proses yang dilakukan baik Tim Penulis Sejarah maupun Penetapan Saniri Negeri tentang Mata Rumah Parentah secara jelas sudah melecehkan produk undang undang atau peraturan daerah Kota Ambon nomor 10 tahun 2017 yang dirumuskan oleh DRPRD Kota Ambon.
Untuk itu, pihak Legislatif dalam hal ini DPRD Kota Ambon jangan tinggal diam dengan persoalan ini.
“Saya minta pihak DPRD Kota Ambon jangan diam dengan persoalan yang terjadi di Negeri Adat Urimeseng Amarima saat ini, karena terkesan, urusan adat negeri sudah diintervensi oleh pihak Pemerintah Kota Ambon yang melalui Penjabat Negeri Urimesseng saat ini memaksakan semua proses berjalan tanpa sesuai aturan yang semestinya.
Ada unsur pemaksaan kehendak, entah dengan maksud dan niat apa sehingga penulisan sejarah yang dilakukan oleh Tim Penulis yang orang-orangnya bukan pelaku sejarah dan anak asli negeri Urimesseng, serta penentuan Mata Rumah Parentah secara sepihak melalui Votting oleh Saniri negeri,” tegas Evans.
Dikatakan, DPRD Kota Ambon harus kritis terhadap persoalan ini, karena kalau dibiarkan itu sama saja DPRD Kota Ambon sudah menghianati peraturan atau undang undang yang merupakan produk DPRD Kota Ambon sendiri.
“Saya juga meminta kepada keterwakilan Partaik PKP yang ada di lembaga legislative kota Ambon agar tidak diam dan menutup mata dalam hal ini, harus tegas dan jeli melihat persoalan Negeri Urimesseng Amarima kedepan demi terciptanya keharmonisan dan pranata adat yang baik di Negeri Urimesseng,serta negeri adat lainnya di Pulau Ambon,” jelas Alfons.

Print Friendly, PDF & Email