Ambon, Ambontoday.com – Perkembangan penyeluran Kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Maluku mengalmai peningkatan sebesar 21,30% atau sebesar Rp. 547,79 Miliar menjadi Rp. 3,12 Triliun. Hal ini diakui oleh Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku, Bambang Hemanto kepada Ambontoday.com di Ambon, Selasa (13/3).

Menurutnya, meningkatnya penyaluran kredit ini berada pada posisi Desember 2017 lebih baik dibandingkan bulan November 2017 yang tercatat sebesar 16,24 % (yoy). “Kami masih memakai data tahun 2017 karena belum tersedianya data pada pisisi Januari 2018,” katanya.

Dia mengatakan, Penyaluran kredit UMKM masih didominasi kepada usaha kecil yang mencapai Rp 1,26 Triliun atau sebesar 40,26 % dari total kredit UMKM.

Sementara itu, NPL kredit UMKM bulan Desember 2017 tercatat sebesar 2,92%, sedikit menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,15 % dan masih berada di bawah NPL kredit UMKM nasional yang tercatat sebesar 3,98 % dan NPL indikatif nasional yang maksimal sebesar 5 %.

Dia menambahkan, Hal ini berbeda dengan Penyaluran Pembiayaan Syariah yang semakin kontributih terhadap pengembanagn ekonomi di Provinsi Maluku, dimana pada posisi Januari 2018 menunjukan perkembangan cukup besara dibanding posisi tahun lalu yang mencapai 42,12 % (yoy) atau senilai

Rp. 45,06 Miliar menjadi Rp. 152,03 Miliar dengan rasio Non Permorming Financing (NPF) sebesar 0,78 %.”Perkembangan perbankan Sayriah di Provinsi Maluku cukup menggembirakan dengan pertumbuhan pembiayaan yang diikuti dengan kualitas pembiayaan yang baik,” ungkap Bambang.

Tak hanya itu, Lanjut Bambang mengakui, dengan perkembangan ini menunjukan bahwa pangsa pasar pembiayaan di Provinsi Maluku cukup potensial sehingga diharapkan akan semakin mempercepat pengembangan ekonomi masyarakat.

“Ekonomi masyarakat dapat berkembang cepat dengan adanya penngembangan pangsa pasar dari Pmerintah Maluku secara baik dan benar,” tutupnya. (AT-009)

Print Friendly, PDF & Email
Spread the love