Kota Ambon Pendidikan

Pertama Kali di Masa Pandemic Covid, 57 Dokter Baru Lulusan FK Unpati Dilantik Secara Luring

Ambon, Ambontoday.com. Selama 2 tahun sejak pandemic Covid 19 mendunia, acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Baru Fakultas Kedokteran (FK) Unpati Ambon dilaksanakan secara daring (online) melalui aplikasi Zoom Meeting.

Berbeda dengan acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan ke-57 Dokter Baru yang dilakukan Sabtu 11 Desember 2021 dimana kegiatan tersebut akhirnya dilakukan secara luring atau tatap muka dengan tetap menerapkan protocol kesehatan, bertempat di gedung Auditorium Unpati.

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Auditorium Unpati itu dihadiri langsung oleh ke-57 orang Dokter Baru bersama orang tua, Rektor Universitas Pattimura, Prof.DR.M.J.Saptenno,SH.MH, Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Dekan Fakultas Kedokteran Unpati, DR.dr.Bertha Jean Que,S.PS. M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Promal, Ketua IDI Maluku serta para undangan lainnya.

Acara diawali dengan pembacaan hasil yudisium ke-57 orang Dokter Baru, dimana nilai yang dicapai oleh ke-57 orang dokter baru sangat memuaskan karena masih diatas standar nilai rata rata nasional.

Usai pembacaan hasil yudisium dilanjutkan dengan Pelantikan serta pengambilan Sumpah yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan ke-57 orang Dokter Baru kepada Organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku oleh Rektor Unpati kepada Ketua IDI Maluku.

Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, Bertha Jean Que, dalam sambutannya  menyampaikan  terima kasih kepada pemerintah Provinsi Maluku yang telah membantu Fakultas Kedokteran Unpatti sejak berdiri tahun 2008 hingga saat ini.

“Kepada orang tua yang sudah boleh  mempercayakan lembaga pendidikan ini  untuk mendidik dan membina anak-anak ibu bapak semua sehingga hari ini boleh dilantik dan berhak menyandang gelar dokter di depan.

Kepada 57 dokter baru yang saya cintai dan saya banggakan, selamat atas capaian yang sangat membanggakan yaitu ini untuk pertama kali kami mengambil sumpah dan melantik dokter baru dalam jumlah yang cukup banyak. Saya yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi ada hikmah dan kita mengambil hikmahnya,” ucap Dekan.

Baca Juga  Pemprov Maluku Launching Sistem JIPD Gita-Ina Ama

Dekan juga menjelaskan, setelah dilantik para dokter baru ini akan menjalani tenaga dokter PTT daerah. Oleh karena itu, jalani semua dengan baik sebagai bentuk pengabdian dan ucapan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Maluku yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan untuk membentuk mereka menjadi dokter.

“Bersiaplah anak-anakku untuk ditempatkan dimana saja di seluruh Kepulauan Provinsi Maluku, karena kalian sudah dipersiapkan dengan kurikulum yang sedikit berbeda dengan fakultas kedokteran lain di mana pun juga.

Kesediaan kalian untuk memberikan diri diatur oleh Dinas Kesehatan Maluku, maka para alumni FK Unpatti dapat membantu provinsi ini keluar dari urutan 4 dari 10 Provinsi Indonesia yang tidak ada dokter di Puskesmas,” terangnya.

Dirinya berharap para dokter baru ini tidak memilih lokasi pelayanan, tetapi siap ditempatkan di mana saja.

Rektor Universitas Pattimura, M.J. Saptenno dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada ke-57 Dokter baru serta orang tua yang sudah boleh mempercayakan lembaga pendidikan tinggi ini untuk mendidik dan membina anak-anak sampai mereka sudah boleh menyandang gelar Dokter di depan nama mereka.

Dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas dukungan bagi lembaga pendidikan Universitas Pattimura khususnya Fakultas Kedokteran.

“Saya ingin berpesan kepada para dokter yang baru dilantik agar kedepan, dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan Negara khususnya daerah Maluku hendaknya dilakukan dengan ikhlas dan penuh rasa tanggungjawab.

Jangan pilih-pilih tempat tugas, sebab daerah ini masih sangat membutuhkan tenaga medis khususnya dokter sampai ke wilayah-wilayah terpencil. Bertanggungjawab dan ikhlas menjalankan tugas adalah salah satu bentuk pengabdian dan rasa hormat terhadap lembaga pendidikan Unpati, serta jangan berhenti belajar sebab ilamu pengetahuan khususnya di bidang kedokteran setiap saat terus berkembang.

Baca Juga  BPBL Ambon Siap Wujudkan Tema Sentral Peringatan Harkanas 2023

Dengan begitu maka kedepan dalam melaksanakan tugas pengabdian di masyarakat, para dokter lulusan Unpati bisa lebih berinovasi sesuai tuntutan perkembangan zaman yang semakin modern,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno dalam sambutannya mengatakan, tugas seorang Dokter bukan dilayani tapi melayani.

Tugas seorang dokter itu tidak kalah dari para Nabi. Artinya bahwa, tugas anda itu pergi untuk melayani bukan untuk dilayani,” ucap Wagub.

Dirinya meminta agar di tempat tugas nanti, para dokter bisa mendatangi masyarakat dan sentuh mereka dengan norma-norma budaya dan kearifan lokal adat istiadat setempat.

“Untuk dokter muda, kalau bisa sentuh  dan menyatu dengan masyarakat tidak usah merasa jijik. Tugas seorang  dokter itu melayani. Kalau masuk dari pintu depan, jalan sampai  pintu belakang, pasti masyarakat bilang dokter itu baik,” ungkapnya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya  memberikan apresiasi bagi Rektor Unpatti, Dekan Fakultas Kedokteran, karena telah menghasilkan dokter-dokter baru yang berkualitas, dan mudah mudahan ini bisa memenuhi kebutuhan Provinsi  Maluku dalam menangani kesehatan di daerah ini,” ujarnya.

Hal yang istimewa dari fakultas kedokteran Unpati yang dipuji Wagub karena  tidak ada di Fakultas Kedokteran lainnya di Indonesia, yaitu adanya  kurikulum khusus dengan mata kuliah Dokter Pulau. Ini sesuai dengan karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan.

    error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!
    X