Prasetyo, 77 Perusahaan Pers Di Indonesia Yang Terivikasi Oleh Dewan Pers

Ambon, Ambontoday,com – Ketua Umum PWI Pusat sekaligus Penanggung Jawab HPN 2017 Margiono mengawali sambutannya di hadapan Presiden Jokowi dengan mengucapkan, penghargaan yang tinggi serta terima kasih kepada Presiden Jokowi yang kembali hadir di perhelatan akbar insan Pers Indonesia yang berlangsung di Lapangan Tantui, Kota Ambon, Kamis (09/02).

Dikatakan, Tahun lalu, Presiden Jokowi juga menghadiri perayaan puncak HPN 2017 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Margiono menyarankan agar Presiden Jokowi terus melanjutkan blusukannya agar rakyat selalu gembira seperti segenap insan pers di HPN 2017 yang gembira karena dapat merayakan HPN bersama-sama Presiden Jokowi.

“ Kami minta juga agar HPN ini agar jadi agenda tetap tahunan Presiden,” sambung Margiono.

Margiono melaporkan juga kepada Presiden Jokowi di dalam kegiatan Konvensi Nasional Media Massa, Panitia HPN 2017 bersama pemerintah dan penggiat media sosial serta tokoh lainnya telah berdiskusi tentang Hoax.

PWI Pusat telah membentuk jaringan wartawan anti hoax yang telah disepakati juga dengan tokoh-tokoh pers serta akan dikembangkan ke seluruh jaringan di Indonesia.

“Hoax tidak akan pernah mampu menggoyang kekuatan bangsa kita yang besar. Hoax tumbuh sebagai dinamika tapi tetap tidak akan menganggu kita,” kata Margiono

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan, hasil verifikasi media massa yang dilakukan dewan pera berdasarkan empat peraturan terkait kode etik jurnalistik, standar kompetensi wartawan, standar perusahaan wartawan dan standar perlindungan wartawan.

” Ini bari kick off, nanti dua tahun kedepan akan yerus dilakukan, karena dewan pers pada akhirnya bisa menyusun laporan indeks kemerdekaan pers untuk menjadi bahan evaluasi dikairkan dengan indeks demokrasi Indonesia,” kata Yosep

Diakui, dewan pers telah melakukan verifikasi sampai tanggal 6 Februari 2017 yang terdaftar adalah 77 perusahaan pers yang berhasil terivikasi.

HPN kali ini, lanjut Yosep adalah kesempatan untuk mengembalikan berita faktual kepada media mainstream.

Dewan pera setelah verifikasi akan memberikan logo dan barcode yang bisa di scan atau di foto dengan smartphone untuk mengecek media sudah varified dan media yang belim terivikasi. (AT-009)

Jadilah Orang Pertama share:
author