Rifky Sya Bani : Lewat Aplikasi Kakatu School Telkomsel Berharap Kemendibud Hadirkan Kurikulum Internet

Ambon, ambontoday,com – Manager CSR Environment and Ecosystem Telkomsel, Rifky Sya Bani mengakui, aplikasi Kakatu School merupakan aplikasi yang diberikan kepada orang tua untuk berlangganan selama satu bulan, agar mengontrol anak dalam pemakaian internet.

Diakui, kunci utama anak dalam menggunakan internet adalah intervensi dan pendampingan dari orang tua serta sistem kontrol yang dimiliki oleh para guru di sekolah.

Ia katakan, program ini bukan hanya milik Telkomsel semata, maka tahun 2016 lalu program ini telah dilakukan. Untuk itu, semua stakeholder memiliki hak yang sama untuk mendorong kota-kota lain dalam menggunakan internet secara baik.

“Sekarang dampak penggunaan internet sangat luar biasa, maka orang tua dan guru diharuskan untuk selalu mengawasi anak dalam mengunakan internet,” tuturnya kepada awak media usai acara Pembukaan InternetBAIK, Selasa (10/10/2017) di Amaris Hotel.

Menurutnya, berkembangnya teknologi membuat banyak anak sekolah yang mengunakan Youtube. Hal ini mengandung nilai postif dan negatif, dimana luputnya perhatian orang tua dapat mengakibatkan banyak hal negatif yang berkembang untuk di download.

Oleh karena itu, Telkomsel menghadirkan program Kakatu Scholl bagi para siswa sehingga orang tua dan para guru dapat mengawasi anak dalam menggunakan internet secara baik.

“Dengan adanya program ini lewat Aplikasi Kakatu School, Telkomsel berharap agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dapat membuat Satu Kurikulum Internet di Indonesia bagi perkembangan anak sekolah kedepan,” harapnya.

Lanjutnya mengakui, Kurikulum Internet telah diberlakukan oleh negara Singapura. Ini menjadi contoh bagi Negara Indonesia agar harapan anak sekolah dapat diterima baik oleh Kemendikbud, sehingga Indonesia hendak melakukan kurikulim Internet.

Selain itu, Internet membuat anak teredukasi sehingga dapat memutuskan yang baik dan tidak dengan menggunakan Kakatu Shcool. Kakatu School merupakan media komunikasi antara anak dan guru serta orang tua, tapi secara begraundnya merupakan kebiasaan anak dalam menshare kata kuncinya dari aplikasi yang dimainkan. Hal ini dapat direport di sekolah oleh guru dan orang tua, sehingga orang tua dan guru langsung melakukan peneguran langsung kepada anak.

“Jadi orang tua dapat melihat berapa banyak durasi anak dalam mengunakan internet baik disekolah, rumah dan mananpun, dan secara detail ada datebornya,” tandasnya. (AT-009)

author