Sampah Sebagai Sahabat, Walikota Apresiasi Hadirnya Bank Sampah Alstonia

AMBON, AMBONTODAY.COM– Sampah dianggap sebagai sahabat dalam kehidupan masyarakat di lingkungan Pohon Pule, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau-Ambon.

Hal ini menyebabkan Walikota Ambon mengapresiasi hadirnya Bank Sampah Alstonia.
Kata Alstonia merupakan bahasa latin dari Pohon Pule yang dipakai oleh masyarakat Kelurahan Ahusen dalam semua organisasi dilingkungan masyarakat setempat.

“Saya harus benar-benar berterima kasih kepada Kantor Pegadaian yang memberikan apresiasi yang tinggi dalam kegiatan ini, sebagai bentuk partisipasi dari CSR yang sangat positif,” kata Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada media di lorong Pohon Pule, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (11/4).

Ia mengakui, sudah ada 22 Bank Sampah di Ambon, namun diakuinya belum sebagus dan profesional seperti yang dikembangkan oleh Kantor Pegadaian.

“Ini nanti yang akan kita pakai paling tidak untuk titik penanganan di kota Ambon.Saya sudah kirim tim untuk belajar di Makassar tinggal sekarang implementasinya saja,” jelasnya.

Louhenapessy juga mengemukakan, akan diadakan rapat bersama BUMN di Kota Ambon, agar bisa mengikuti contoh dari pegadaian. Pihaknya, juga telah mensosialisasikan ke sejumlah sekolah, sehingga hal ini bisa menjadi contoh untuk study komporatif.

Sementara untuk penentuan tarif di Bank Sampah, Louhenapessy menjelaskan akan dikaji secara bersama-sama, karena sampah memiliki harga yang berbeda.

“Dengan inisiatif dari Pemerintah Kota, sampah plastik dapat ditukar dengan beras yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Contoh, beras dengan harga 1 Kg dapat ditukar dengan 1 Kg plastik. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat untuk tidak bisa membuang sampah sembarangan,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Wilayah VI Kanwil Pegadaian Makassar, Alim Sutiono mengatakan, peresmian ini masih dalam rangka HUT Pegadaian yang ke-118 Tahun. Pegadaian ikut mengapresiasi apa yang diberikan masyarakat, sehingga tetap mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

“Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, maka kita melakukan The Gade Clean and Gold ini hadir dilingkungan dengan tiga tujuan, yaitu membersihkan lingkungan dengan adanya Bank Sampah, bersih administrasi agar kita bersih, tidak ada korup, dan bersih-bersih hati di mana orang selalu melakukan projek bagikan dimana -mana,” jelasnya.

Selain itu, memasuki usia 118 tahun ini, diakuinya Pegadaian telah banyak bertransformasi, sehingga bukan hanya sebagai tempat masyarakat meminjam uang saja, namun masyarakat juga dapat berinvestasi.

“Investasi yang kita lakukan tentunya ke pelanggan-pelanggan, sedangkan Bank Sampah ini adalah apresiasi, paling tidak masyarakat bisa tukar rupiah tapi juga bisa menabung emas. Menabung emas ini adalah bagaimana kita mendidik dan mengedukasi masyarakat supaya bisa cerdas menginvestasikan uangnya,’ tandasnya. (AT-009)

Jadilah Orang Pertama share:
author